Melepas Sekat di Bumi Seribu Suluk, Hangatnya Silaturahmi Bupati Anton Usai Umrah

I

Isman

Jumat, 27 Maret 2026 | 11:10 WIB

Melepas Sekat di Bumi Seribu Suluk, Hangatnya Silaturahmi Bupati Anton Usai Umrah
Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, bersama Ketua TP-PKK Ny. dr. Yeni Dwi Putri, menyambut warga dengan senyum dan tangan terbuka setelah Kembali dari Tanah Suci sejak pertengahan Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H.

ROKAN HULU, AmiraRiau.com – Senyum cerah penuh kedamaian terpancar dari wajah Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, bersama Ketua TP-PKK Ny. dr. Yeni Dwi Putri, Kamis (26/3/2026). Di ambang pintu rumah dinasnya, ia menyambut warga dengan tangan terbuka, sesaat setelah menanggalkan ihram dan menyelesaikan perjalanan spiritual di Tanah Suci sejak pertengahan Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H.

Bagi Anton, ibadah Umrah bukan sekadar perjalanan pribadi, melainkan proses "mengisi ulang" batin untuk kembali melayani masyarakat Bumi Seribu Suluk dengan hati yang lebih jernih.

Sejak pagi buta, suasana kediaman dinas Bupati sudah berdenyut. Protokoler yang biasanya kaku mencair oleh gelak tawa warga. Di sana, tidak ada batas antara pejabat teras yang mengenakan batik rapi dengan warga biasa yang datang membawa anak-anak mereka. Mereka semua punya tujuan yang sama: menyambut kembali pemimpin mereka sekaligus merayakan kemenangan.

"Ibadah di Mekkah dan Madinah mengajarkan saya tentang kesetaraan. Di depan Tuhan, kita semua sama. Maka di rumah ini, saya ingin semua warga merasa memiliki ruang yang sama untuk bersilaturahmi," ungkap Anton di sela-sela kesibukannya menyalami tamu.

Open House kali ini terasa berbeda karena Anton memposisikan dirinya bukan sekadar "Orang Nomor Satu", melainkan sebagai abang, ayah, dan sahabat bagi warganya. Ia tak segan membungkuk saat menyalami orang tua atau mengusap kepala anak-anak yang malu-malu saat diajak berfoto.

Momen ini mencerminkan tiga pilar kepemimpinannya, yaitu kebijakan yang baik lahir dari telinga yang mau mendengar di tengah kerumunan, silaturahmi adalah "perekat" terkuat untuk menjaga persatuan Rokan Hulu yang majemuk dan semangat pasca-Umrah membawa paradigma pembangunan yang lebih manusiawi.

Hingga matahari meninggi, arus warga tak kunjung surut. Acara ini menjadi bukti nyata bahwa komunikasi terbaik antara pemimpin dan rakyat tidak selalu terjadi di ruang rapat, melainkan di atas hamparan karpet rumah dinas sambil berbagi tawa.

"Alhamdulillah, tali silaturahmi ini adalah berkah. Persatuan inilah modal utama kita untuk membangun Rokan Hulu yang lebih maju dan sejahtera," tegasnya dengan mata berbinar.

Anton menutup hari itu dengan pesan mendalam: bahwa pembangunan fisik sehebat apa pun akan terasa hampa jika tidak dibarengi dengan keharmonisan hati masyarakatnya.***

Penulis: Yus

Editor: Isman

Sumber: (Kominfo/JK)