Membangun Aliansi Militer di kawasan Timur Tengah

I

Isman

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:06 WIB

Membangun Aliansi Militer di kawasan Timur Tengah

Oleh: Hasrul Sani Siregar, MA

DALAM menjamin keamanan dan kestabilan di kawasan Timur Tengah (Asia Barat), Iran mengajak negara-negara di kawasan Timur Tengah untuk membentuk dan membangun aliansi militer secara bersama sama dalam rangka menjamin keamanan dan stabilitas di kawasan Timur Tengah. Ajakan Iran tersebut muncul di tengah tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat-Israel. Aliansi militer yang dimaksud Iran adalah aliansi militer tanpa kehadiran Amerika Serikat dan Israel. Selama ini di beberapa negara teluk terdapat pangkalan militer Amerika Serikat yang mana pangkalan militer tersebut dijadikan tempat untuk menyerang Iran sebagaimana penyerangan yang bermula pada 28 Februari yang lalu dilakukan oleh Amerika Serikat-Israel dari pangkalan militer di Bahrain. Konflik Iran dan Amerika Serikat-Israel yang hingga kini memasuki hari ke-29 telah membuat kawasan Timur Tengah tidak stabil dengan kehadiran pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara teluk tersebut.

Dengan kondisi tersebut, Iran mengajak negara-negara di kawasan teluk untuk membangun kemandirian dan bersama-sama menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah tanpa kehadiran militer Amerika Serikat di negara-negara tersebut. Keprihatinan Iran akan meningkatnya ketegangan akibat konflik tersebut yang bermula dari serangan sepihak oleh Amerika Serikat-Israel terhadap Iran yang kemudian dibalas oleh Iran ke wilayah Israel dan beberapa pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara teluk yang oleh Iran dianggap sebagai wilayah yang mewakili Amerika Serikat.

Aliansi militer yang akan dibangun ini tentunya oleh semua negara-negara yang tergabung dalam dewan kerjasama teluk (Gulf Cooperation Council). Dewan kerjasama teluk terdiri dari enam negara Arab di sepanjang teluk Persia yaitu Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab dan Iran sendiri. Upaya yang dilakukan oleh Iran tersebut adalah sebagai langkah memperkuat kemandirian keamanan regional di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks dan dinamis. Pertanyaannya mungkinkah aliansi militer tersebut dapat terwujud dengan segala kompleksitasnya

Seperti yang dikatakan oleh juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Ebrahim Zolfaghari bahwa negara-negara di kawasan Timur Tengah (Asia Barat) sudah saatnya membangun sistem keamanan sendiri tanpa ketergantungan pada kekuatan eksternal. Selama ini Negara-negara di kawasan Timur Tengah membangun aliansi militernya sendiri sendiri. Negara-negara teluk membangun aliansi militernya dengan Amerika Serikat dengan memberikan wilayah dengan membangun pangkalan militer untuk menjaga wilayahnya. Dan begitu juga Iran yang melakukan kerjasama militer dengan Rusia dan China. Oleh sebab itu, 2 kekuatan militer yaitu Amerika Serikat dan Rusia akan saling menarik dan berupaya untuk memberikan pengaruhya berupa kekuatan militer terhadap negara yang didukungnya khususnya dalam konflik Iran dan Amerika Serikat-Israel saat ini.

Sebagai mana diketahui hubungan dan kerjasama militer antara Rusia dan Iran telah terjalin sejak Uni Sovyet masih berdiri hingga bubarnya Uni Sovyet pada 26 Desember 1991. Seiring dengan runtuhnya Uni Sovyet yang digantikan oleh Rusia penerus dari Uni Sovyet. Iran merupakan sekutu Rusia terdekat di kawasan Timur Tengah yang merupakan mitra strategis yang berhadapan dengan kekuatan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Tahun 2015, Rusia dan Iran telah menandatangani perjanjian kerja sama militer yang tentu saja akan memperkuat pertahanan dan keamanan yang utama menghadapi kekuatan Israel yang juga memiliki senjata nukler. Dengan perjanjian aliansi militer antara Rusia dan Iran tentu saja ini sebagai upaya Rusia untuk memiliki pengaruh di kawasan Timur Tengah. Rusia menjadi kekuatan internasional dalam menghadapi dominasi Amerika Serikat dan sekutunya khususnya Israel di kawasan Timur Tengah.***

 (Hasrul Sani Siregar, MA. Penulis; Alumni Hubungan Antarabangsa, IKMAS, UKM, Selangor Malaysia/Widyaiswara di BPSDM Provinsi Riau)