MANNA, AmiraRiau.com – Suasana khidmat sekaligus haru menyelimuti Masjid At-Taubah Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Manna, Senin (06/04/2026). Dua orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) resmi melaksanakan kegiatan Berjambar Khatam Iqra' sebagai tanda keberhasilan mereka menyelesaikan tahap awal bimbingan membaca Al-Qur'an.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dibimbing langsung oleh JFU Pembimbing Kerohanian, Bima Aditya, S.Sy, serta dihadiri oleh staf Rutan, sesama warga binaan, dan pihak keluarga yang datang khusus untuk merayakan pencapaian tersebut.
"Berjambar" merupakan istilah lokal yang digunakan sebagai bentuk syukur atau perayaan atas tuntasnya program pembelajaran Iqra'. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata peningkatan kualitas kerohanian warga binaan selama menjalani masa pidana.
Momen paling menyentuh terjadi saat kedua warga binaan tersebut melaksanakan sungkem atau sujud di kaki orang tua mereka. Aksi ini dilakukan sebagai simbol penebusan dosa dan permohonan maaf atas kehilafan di masa lalu, sekaligus rasa terima kasih atas doa keluarga yang tak pernah putus meski mereka sedang berada di balik jeruji besi.
Kepala Rutan Manna, Muhamad Nur, menyampaikan rasa bangganya atas kemauan keras para warga binaan untuk belajar mengaji. Ia berharap pemahaman agama yang didapat bisa menjadi benteng agar mereka tidak mengulangi perbuatan melawan hukum di masa depan.
"Kami berharap pembelajaran ini tidak hanya menjadi pengetahuan semata, namun diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Inilah pondasi keimanan yang sesungguhnya agar mereka tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama," tegas Muhamad Nur.
Melalui kegiatan Berjambar ini, pihak Rutan Manna ingin memberikan motivasi kepada WBP lainnya agar terus menimba ilmu agama. Keberhasilan dua rekan mereka membuktikan bahwa pembinaan di Rutan mampu mencetak pribadi yang lebih religius dan berakhlak mulia.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan makan bersama dalam suasana yang aman serta kondusif, menandai selesainya satu tahapan penting dalam perjalanan spiritual para warga binaan di Rutan Kelas IIB Manna.***
Penulis: DL