PEKANBARU, AmiraRiau.com – Peristiwa kericuhan yang terjadi di gedung DPRD Riau kemarin mendapat kecaman keras dari sejumlah pihak.
Setelah Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR), kali ini giliran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau yang menyayangkan kericuhan tersebut.
Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau Dr. H. Saidul Amin, peristiwa tersebut tidak seharusnya terjadi di gedung yang sangat terhormat tersebut.
Apalagi gedung DPRD merupakan tempat bernaungnya orang orang pilihan sebagai representasi rakyat yang menjunjung tinggi adab dan budaya.
Tindakan tersebut jelas telah mencoreng nama baik dan marwah DPRD Riau, serta bisa mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif.
Atas kondisi itu MUI Riau sangat menyayangkan peristiwa yang tidak semestinya terjadi dan berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara bijaksana sesuai nilai-nilai syarak, adat Melayu, serta aturan yang berlaku.
Sebab di bumi Melayu ini tidak ada kusut yang tak bisa diselesaikan, tidak ada keruh yang tidak bisa dijernihkan, selama kita berpegang teguh pada syarak dan adat budaya Melayu yang menjunjung tinggi adab, kesantunan, serta aturan dalam berbangsa dan bernegara.
"Kami sangat berharap persoalan ini bisa diselesaikan secara bijaksana sesuai nilai-nilai syarak, adat Melayu, serta aturan yang berlaku", ujar Saidul tegas, Jumat (17/7/2026)
Dimana sebelumnya, kericuhan ini terjadi seusai rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Kamis (16/7/2026) siang.
Dipicu Perdebatan antara Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan dan Ketua Komisi V DPRD Riau Indra Gunawan Eet yang berlangsung panas di ruang rapat.
Saling tunjuk dan pukul meja hingga kontak fisik pun tak bisa dihindari dan berlanjut ke luar ruang rapat hingga berujung bentrokan yang melibatkan pendukung kedua belah pihak.***