KUOK, AmiraRiau.com- Operasi pencarian terhadap Baiko Gulo (25), korban yang diduga tenggelam di Sungai Kampar, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, resmi dihentikan pada Senin (10/8/2026).
Penghentian operasi dilakukan setelah tim gabungan melakukan pencarian secara intensif selama beberapa hari, sejak Baiko dilaporkan hilang setelah diduga melompat dari Jembatan Rantau Berangin, Desa Merangin, Kecamatan Kuok, pada Selasa (4/8/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Kampar, Azwan, melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kampar, Adi Candra Lukita, mengatakan setelah operasi resmi dihentikan, pencarian selanjutnya dilanjutkan dalam bentuk pemantauan oleh Satgas Gabungan.
"Untuk hari ini, Senin 10 Agustus 2026, operasi pencarian korban Baiko Gulo dinyatakan dihentikan. Selanjutnya akan dilakukan pemantauan oleh Satgas Gabungan selama tujuh hari," ujar Adi Candra Lukita.
Selama operasi berlangsung, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Kampar, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya telah melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Kampar.
Penyisiran dilakukan dengan memperluas radius pencarian dari lokasi awal korban diduga tenggelam. Upaya tersebut dilakukan untuk menemukan keberadaan korban yang hingga berakhirnya operasi pencarian belum ditemukan.
Berdasarkan laporan kejadian, Baiko Gulo sebelumnya mengendarai sepeda motor dan berhenti di Jembatan Rantau Berangin. Tak lama kemudian, korban diduga melompat dari atas jembatan dan tenggelam hingga terbawa arus Sungai Kampar.
Baiko Gulo merupakan warga Desa Maredan, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Pria berusia 25 tahun tersebut diketahui sedang bertugas sebagai staf pelayanan gereja di Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu.
Dengan dihentikannya operasi pencarian, pemantauan selama tujuh hari menjadi langkah lanjutan untuk mengantisipasi apabila terdapat perkembangan terkait keberadaan korban di sepanjang aliran Sungai Kampar.***
Penulis: Ali Akbar
Editor: Hasbi