BANGKINANG KOTA, AmiraRiau.com— Manajemen RSUD Bangkinang kini tengah menjadi sorotan tajam publik. Sebuah kabar miring terkait kesejahteraan tenaga medis viral setelah diunggah oleh akun Instagram seputarkampar_official. Unggahan tersebut mengungkap dugaan keterlambatan pembayaran Jasa Medis (Jasmed) dokter yang disebut-sebut belum cair selama hampir satu tahun, terhitung sejak Maret 2025 hingga Januari 2026.
Berdasarkan informasi yang beredar dari laman medicstory.id, penundaan pembayaran hak tenaga medis tersebut diduga terjadi karena anggaran dialihkan untuk menutupi utang obat dan bahan habis pakai. Ironisnya, anggaran untuk pengadaan obat tersebut dikabarkan sebenarnya tersedia secara terpisah, namun realisasinya di lapangan menimbulkan tanda tanya besar.
Selain persoalan Jasmed, kebijakan efisiensi anggaran di RSUD Bangkinang tahun ini juga menyasar uang lembur malam. Uang jaga malam dikabarkan dihapus dari tahun anggaran berjalan, lalu jumlah petugas jaga yang biasanya diisi 2-3 tenaga medis, terancam dikurangi demi efisiensi biaya.
Hal ini membuat masyarakat mulai menyuarakan kekhawatiran bahwa kebijakan ini akan membuat pelayanan rumah sakit menjadi lamban dan tidak optimal saat keadaan darurat di malam hari.
"Sebagai warga, kami was-was bagaimana pelayanan rumah sakit ke depan. Ujung-ujungnya masyarakat yang akan merasakan dampaknya jika dokter dan perawat tidak disejahterakan," tulis salah satu netizen dalam kolom komentar.
Hingga berita ini diturunkan pada Selasa (13/1/2026), pihak manajemen RSUD Bangkinang maupun Pemerintah Kabupaten Kampar belum memberikan klarifikasi resmi. Upaya konfirmasi yang telah dilakukan awak media sejak tahun 2025 kepada Direktur RSUD Bangkinang hingga saat ini belum membuahkan hasil (bungkam).
Kurangnya transparansi dari pihak rumah sakit semakin memperkeruh opini publik, mengingat RSUD Bangkinang merupakan rujukan utama bagi masyarakat di Kabupaten Kampar.***
Penulis: Ali Akbar