Tak Kunjung Diperbaiki Pemda, Warga Koto Mesjid Kampar Swadaya Cor Jalan Provinsi

I

Isman

Senin, 06 Juli 2026 | 15:07 WIB

Tak Kunjung Diperbaiki Pemda, Warga Koto Mesjid Kampar Swadaya Cor Jalan Provinsi
Masyarakat menggelar gotong royong memperbaiki sejumlah titik jalan yang rusak dengan cara swadaya, Minggu (5/7/2026).

KOTO MESJID, AmiraRiau.com – Karena belum adanya tindak lanjut dari pemerintah daerah, Pemerintah Desa Koto Mesjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, bersama masyarakat menggelar gotong royong memperbaiki sejumlah titik jalan yang rusak dengan cara swadaya, Minggu (5/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore itu difokuskan pada penimbunan jalan berlubang menggunakan batu kerikil. Di beberapa titik dengan tingkat kerusakan yang lebih parah, warga juga melakukan pengecoran menggunakan campuran semen, pasir, dan kerikil agar jalan lebih kuat dan aman dilalui.

Sejumlah titik yang selama ini tergenang air juga turut diperbaiki. Ruas yang baru dicor ditutup sementara hingga proses pengerasan beton selesai.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Koto Mesjid, Ahmad Alihanafia, S.Sos., yang memimpin langsung gotong royong tersebut mengatakan, langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat sembari menunggu respons dari Pemerintah Provinsi Riau maupun Pemerintah Kabupaten Kampar.

Menurutnya, kerusakan jalan sudah sangat mengganggu aktivitas masyarakat serta arus transportasi orang dan barang. Bahkan, kondisi tersebut telah beberapa kali memicu kecelakaan lalu lintas.

"Kerusakan tidak hanya berada di dalam Desa Koto Mesjid, tetapi juga membentang dari Desa Silam, Kecamatan Kuok, menuju Desa Koto Mesjid hingga Desa Pulau Gadang. Padahal ruas ini merupakan jalur yang cukup padat karena menjadi akses kendaraan dari Rokan Hulu menuju Sumatera Barat sekaligus menuju Gerbang Tol XIII Koto Kampar," ujarnya.

Ali mengaku bersyukur atas tingginya kepedulian masyarakat yang bergotong royong menyumbangkan tenaga, material, hingga dana demi terlaksananya perbaikan sementara tersebut.
Apresiasi khusus juga disampaikannya kepada Kanit Samapta Polsek XIII Koto Kampar, Iptu Musmuliadi, SH, yang turut menjadi salah satu penggagas kegiatan sekaligus membantu pengadaan material.

"Alhamdulillah, berkat kebersamaan para tokoh masyarakat terkumpul bantuan berupa dua truk Colt Diesel dan empat mobil L-300 berisi batu kerikil dan pasir. Selain itu, ada juga sumbangan dana untuk pembelian semen. Terima kasih kepada seluruh masyarakat, BPD, perangkat desa, serta ibu-ibu PKK yang ikut menyiapkan konsumsi selama gotong royong berlangsung," katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para pengendara yang melintas dan turut memberikan bantuan dana secara sukarela.

Kepada para pengguna jalan, Ali mengimbau agar bersabar karena sebagian ruas jalan harus ditutup selama dua hari guna memberikan waktu bagi hasil pengecoran mengeras dengan sempurna.
Sebelumnya, kondisi jalan di ruas Desa Silam–Koto Mesjid–Pulau Gadang sempat menjadi sorotan karena mengalami kerusakan cukup parah. Banyak lubang menganga yang membahayakan pengendara, terutama di kawasan Bukit Keramat yang memiliki tanjakan dan turunan curam. Sejumlah kecelakaan dilaporkan pernah terjadi di lokasi tersebut.

Karena keterbatasan anggaran desa, Pemerintah Desa Koto Mesjid hanya mampu melakukan perbaikan sementara di ruas jalan yang berada dalam kawasan perkampungan.

Ahmad Alihanafia mengungkapkan bahwa proposal perbaikan telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Kampar sejak awal Juni 2026. Di sisi lain, ia juga telah berkomunikasi dengan anggota DPRD Riau agar pemerintah provinsi dapat segera mengalokasikan anggaran, mengingat ruas tersebut merupakan jalan provinsi.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Riau maupun Pemerintah Kabupaten Kampar segera memberikan perhatian serius dan merealisasikan perbaikan permanen agar akses transportasi masyarakat kembali aman dan nyaman.***

Penulis: Ali Akbar

Editor: isman