MANNA, AmiraRiau.com- Lembaga Pemasyarakatan bukan sekadar tempat menjalani masa hukuman, melainkan ruang untuk memperbaiki diri. Hal ini dibuktikan oleh warga binaan Rutan Kelas IIB Manna yang secara rutin mengikuti kegiatan belajar mengaji Al-Quran di Masjid At-Taubah, Senin (16/3/2026).
Program kerohanian ini dirancang khusus untuk memperdalam pemahaman agama Islam sekaligus memperkuat iman dan takwa para warga binaan selama masa pembinaan.
Kegiatan ini dipandu langsung oleh petugas Pembimbing Kemandirian Rutan Manna. Para warga binaan diberikan pengajaran mulai dari dasar-dasar tajwid hingga kelancaran membaca ayat suci Al-Quran.
Interaksi dua arah dalam metode pembelajaran ini memberikan kesempatan bagi setiap warga binaan untuk berlatih secara langsung di bawah pengawasan instruktur, sehingga progres kemampuan membaca mereka terpantau dengan baik.
Kepala Rutan Kelas IIB Manna, Muhamad Nur, menegaskan bahwa aspek spiritual adalah fondasi utama dalam proses reintegrasi sosial. Ia berharap bekal agama ini menjadi kompas bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat nantinya.
"Kami ingin warga binaan tidak hanya sekadar bisa membaca, tapi memahami dan mengamalkan ajaran Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah langkah nyata untuk meningkatkan kesadaran spiritual dan mendekatkan diri kepada Allah SWT," jelas Muhamad Nur.
Selain fokus pada bimbingan rohani di Masjid At-Taubah, Rutan Manna juga menyediakan berbagai program pemberdayaan lainnya, di antaranya: pelatihan keterampilan kerja untuk bekal kemandirian ekonomi, layanan konseling dalam upaya penguatan mental dan psikologis, serta kegiatan sosial keagamaan guna membangun kepedulian antar sesama.
Suasana khidmat yang tercipta selama kegiatan mengaji diharapkan mampu menciptakan lingkungan rutan yang kondusif dan harmonis, mendukung penuh visi rutan dalam mencetak pribadi yang siap berdaya guna setelah bebas. ***
Penulis: DL