Menurut Das'ad Latif, para pemimpin negeri dan masyarakat harus melihat bagaimana para pemuda dari Sabang sampai Merauke berikrar dalam Sumpah Pemuda yang membuat Indonesia bersatu. Sebab, kejayaan Indonesia adalah persatuan.
"Dalam kesatuan ada perbedaan tidak mungkin kita kampanye persatuan kalau kita sudah sama. Karena kita berbeda suku, ras dan agama tetapi kita tetap satu. Pemilu kita beda calon, beda partai silakan itu hak demokrasi jangan baper terpecah belah karena pilpres," ujarnya.
Sementara Kapolda Riau Irjen Mohammad Iqbal mengatakan Doa Bersama Pemilu Damai adalah puncak dari proses pengamanan Pemilu 2024 nanti.
"Dari para ulama ikhtiar memang harus, ikhtiar dengan maksimal jangan lupa dengan doa," ucap Iqbal.
Iqbal menyampaikan, berbagai upaya telah dilakukan Polda Riau bersama penyelenggara Pemilu yakni KPU dan Bawaslu mulai dari pra kondisi hingga proses tahapan Pemilu di Riau berjalan dengan baik.
"Berdoalah Insya Allah akan dikabulkan. Alhamdulillah kita gelar langit bersahabat, dengan Ridha Allah kita bermunajat agar semoga perhelatan pemilu itu berjalan dengan aman tertib, kondusif, bermarwah, berintegritas insyaallah penuh berkah," ucap Iqbal.
Selain itu Polda Riau juga mengadakan sosialisasi dan seminar sebagai langkah pendinginan atau cooling system jelang Pemilu. Bahkan Iqbal mengadakan lomba karya jurnalistik.
Hal itu bertujuan agar media membuat berita-berita menyejukkan terkait dengan pesta demokrasi lima tahunan ini, juga untuk menghindari perpecahan.
"Insya Allah sesuatu yang kita niatkan baik akan menghasilkan yang baik-baik, agar Pemilu di Provinsi Riau ini berjalan dengan aman, damai, sejuk dan kondusif serta penuh berkah," jelasnya.***