Polsek Tambusai Dampingi Penanaman 2 Hektar Jagung di Desa Batas Rohul

I

Isman

Jumat, 19 Juni 2026 | 15:48 WIB

Polsek Tambusai Dampingi Penanaman 2 Hektar Jagung di Desa Batas Rohul
Jajaran Polsek Tambusai, Polres Rokan Hulu (Rohul) bersinergi dengan Pemerintah Desa Batas, melaksanakan pendampingan langsung penanaman jagung Kuartal II bersama kelompok tani lokal, Jumat (19/6/2026).

TAMBUSAI, AmiraRiau.com- Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Tambusai, Polres Rokan Hulu (Rohul), mengimplementasikan langkah konkret dalam mengawal kedaulatan agraria di tingkat pedesaan. Aparat kepolisian bersinergi dengan Pemerintah Desa Batas melaksanakan pendampingan langsung penanaman jagung Kuartal II bersama kelompok tani lokal, Jumat (19/6/2026).

Agenda perluasan kawasan pangan yang dipusatkan di Desa Batas, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu ini ditujukan untuk menjaga stabilitas ketersediaan komoditas karbohidrat non-beras. Penataan ekosistem tanam ini dipimpin oleh Kapolsek Tambusai IPTU Kristian Hadinata Sirait, S.E., bersama Kepala Desa Batas H. Hablum Tambusai, S.Pd.

"Aksi penanaman serentak ini merupakan instrumen taktis Polri di tingkat kewilayahan untuk menyukseskan program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional. Kami mengawal ketersediaan logistik pangan yang aman, bergizi, merata, serta terjangkau agar masyarakat dapat hidup sehat dan produktif secara berkelanjutan," urai Kapolsek Tambusai, IPTU Kristian Hadinata Sirait.

Kepala Desa Batas, H. Hablum Tambusai, S.Pd., menjelaskan bahwa kerja sama pemanfaatan lahan dengan kelompok tani ini menggunakan skema integrasi pengawasan. Pihak pemerintah desa mengapresiasi kehadiran personel bhabinkamtibmas yang terjun langsung ke parit-parit sawah untuk membantu teknis bercocok tanam.

Pengelolaan lahan pertanian Desa Batas meliputi kawasan yang dioptimalisasi untuk komoditas jagung kuartal II mencapai luas 20.000 meter persegi atau setara dengan 2 hektar, menggunakan benih unggul lokal yang memiliki daya tahan tinggi terhadap fluktuasi cuaca ekstrem pertengahan tahun dan pembinaan harian melibatkan penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang berkolaborasi dengan dwi-unsur TNI-Polri di posko ketahanan pangan kecamatan.

IPTU Kristian Hadinata menambahkan, keterlibatan aktif kepolisian dalam sektor riil ini juga berfungsi sebagai dwi-strategi keamanan. Selain menjamin suplai bahan pangan, peningkatan produktivitas lahan tidur efektif menekan dwi-potensi konflik sosial akibat kelangkaan bahan pokok di pasar tradisional.

"Kami berharap ekosistem jagung yang ditanam hari ini dapat bertumbuh optimal tanpa kendala hama, sehingga dwi-target hasil panen yang dicanangkan kelompok tani dapat tercapai secara maksimal. Keberhasilan sektor agraria pedesaan adalah pondasi utama ketahanan negara," pungkas Hablum Tambusai.***

Penulis: Yus

Editor: Isman