Kegiatan yang berlangsung di Hotel Pangeran Pekanbaru dibuka oleh Dr. Hermawan, SE., MM, Direktur Pengembangan Profesi dan Kelembagaan LKPP. Ia juga sekaligus keynote speaker.
Narasumber lainnya Dr. Nopriadi SKM MKes, kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Andriansyah, SH., MH., MM, Kasi Pertimbangan Hukum Kejati Riau. Kemudian praktisi pengadaan, Ir. Sutan S Lubis MSc dan Prof. Dr. Sukino, SH., MH, advokat. Dipandu moderator Ir. Yuni Arfah, ME.
Dalam kesempatan itu Museum Rekor Indonesia (Muri) menyerahkan penghargaan kepada Politeknik Pengadaan Nasional. Polteknas meraih rekor sebagai kampus vokasi pertama di Indonesia bidang pengadaan barang dan jasa.
"Polteknas dengan spesifikasi keilmuan pengadaan barang dan jasa patut diapresiasi karena akan melahirkan lulusan berkompeten," ujar Direktur Operasional MURI, Yusuf Ngadri saat menyerahkan penghargaan.
Direktur Polteknas, Dr. Komala Sari, ST., M.Si., MH, mengatakan cikal bakal berdirinya kampus Polteknas karena kebutuhan pemerintah dalam hal pengadaan barang dan jasa.
"Polteknas akan melahirkan lulusan dengan mengantongi sertifikat ahli pengadaan.
Polteknas terpanggil untuk berkontribusi dalam melahirkan SDM pengadaan barang dan jasa yang berkompeten bagi pemerintah," sebutnya.
Sementara Direktur Pengembangan Profesi dan Kelembagaan LKPP, Dr. Hermawan, SE., MM dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Polteknas yang menggelar kegiatan seminar pengadaan barang dan jasa.
"Saya bangga menjadi bagian lahirnya Polteknas dalam melahirkan SDM pengadaan barang dan jasa berkompeten," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keberadaan Polteknas sebagai kampus vokasi pertama di Indonesia bidang pengadaan barang dan jasa.
"Pengadaan barang dan jasa di pemerintahan memerlukan sumber daya manusia yang berkompeten. Dan polteknas hadir dalam memenuhi kebutuhan SDM PBJ tersebut. Ini patut diapresiasi," kata Hermawan.
Dalam kesempatan itu Dr. Hermawan memaparkan tentang materi pengadaan barang dan jasa pemerintah. Seperti digitalisasi pengadaan, prinsip pengadaan pemerintah, regulasi dan lain-lain.***
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Pangeran Pekanbaru dibuka oleh Dr. Hermawan, SE., MM, Direktur Pengembangan Profesi dan Kelembagaan LKPP. Ia juga sekaligus keynote speaker.
Narasumber lainnya Dr. Nopriadi SKM MKes, kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Andriansyah, SH., MH., MM, Kasi Pertimbangan Hukum Kejati Riau. Kemudian praktisi pengadaan, Ir. Sutan S Lubis MSc dan Prof. Dr. Sukino, SH., MH, advokat. Dipandu moderator Ir. Yuni Arfah, ME.
Dalam kesempatan itu Museum Rekor Indonesia (Muri) menyerahkan penghargaan kepada Politeknik Pengadaan Nasional. Polteknas meraih rekor sebagai kampus vokasi pertama di Indonesia bidang pengadaan barang dan jasa.
"Polteknas dengan spesifikasi keilmuan pengadaan barang dan jasa patut diapresiasi karena akan melahirkan lulusan berkompeten," ujar Direktur Operasional MURI, Yusuf Ngadri saat menyerahkan penghargaan.
Direktur Polteknas, Dr. Komala Sari, ST., M.Si., MH, mengatakan cikal bakal berdirinya kampus Polteknas karena kebutuhan pemerintah dalam hal pengadaan barang dan jasa.
"Polteknas akan melahirkan lulusan dengan mengantongi sertifikat ahli pengadaan.
Polteknas terpanggil untuk berkontribusi dalam melahirkan SDM pengadaan barang dan jasa yang berkompeten bagi pemerintah," sebutnya.
Sementara Direktur Pengembangan Profesi dan Kelembagaan LKPP, Dr. Hermawan, SE., MM dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Polteknas yang menggelar kegiatan seminar pengadaan barang dan jasa.
"Saya bangga menjadi bagian lahirnya Polteknas dalam melahirkan SDM pengadaan barang dan jasa berkompeten," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keberadaan Polteknas sebagai kampus vokasi pertama di Indonesia bidang pengadaan barang dan jasa.
"Pengadaan barang dan jasa di pemerintahan memerlukan sumber daya manusia yang berkompeten. Dan polteknas hadir dalam memenuhi kebutuhan SDM PBJ tersebut. Ini patut diapresiasi," kata Hermawan.
Dalam kesempatan itu Dr. Hermawan memaparkan tentang materi pengadaan barang dan jasa pemerintah. Seperti digitalisasi pengadaan, prinsip pengadaan pemerintah, regulasi dan lain-lain.***