Ratusan Siswa dan Guru di Agam Sumbar Diduga Keracunan MBG, Diskes dan BPOM Periksa Sampel Makanan

A

Alseptri Ady

Rabu, 02 September 2026 | 20:53 WIB

Ratusan Siswa dan Guru di Agam Sumbar Diduga Keracunan MBG, Diskes dan BPOM Periksa Sampel Makanan

SUMBAR, AmiraRiau.com - Ratusan siswa dan guru di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG).

Dari Data laporan terbaru Dinas Kesehatan Kabupaten Agam pada Rabu (2/9/2026) siang. Jumlah siswa yang diduga mengalami keracunan setelah mengkonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), berjumlah 237 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Hendri Rusdian mengatakan, dari 237 siswa tersebut, dua orang harus dirujuk ke rumah sakit di Bukittinggi.

“Sampai siang ini (Rabu, 2/9/2026) berjumlah 237 orang, dua orang dirujuk ke Rumah Sakit di Bukittinggi. Satu dirujuk ke RSUD Bukittinggi dan satu di RST Bukittinggi,” ungkap Hendri Rusdian.

Sementara itu, sebagian siswa lainnya sudah diperbolehkan pulang. Namun, mereka masih dalam pemantauan petugas kesehatan.

“Sebagian sudah pulang. Tinggal 13 orang lagi yang sedang diobservasi di Puskesmas Palupuh,” terangnya.

Hendri menjelaskan, siswa yang mengalami keluhan tersebut berasal dari jenjang TK, SD hingga SMP.

Mereka merupakan siswa dari sejumlah sekolah yang menerima makanan dari satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Dari satu dapur SPPG. Siswa dari SMP, SD dan TK,” jelasnya.

Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan sejumlah siswa di Kecamatan Palupuh dilarikan ke puskesmas. Para siswa tersebut diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

Kondisi itu dilaporkan mulai terjadi sejak Selasa (1/9/2026). Saat itu, sebanyak 56 murid SD mengeluhkan sakit perut secara bersamaan.

Kasus kemudian bertambah pada Rabu (2/9/2026). Data sementara sempat mencatat 146 siswa mendapat penanganan medis di Puskesmas Palupuh dan sejumlah puskesmas pembantu (pustu).

Para siswa tersebut berasal dari sekitar 20 sekolah tingkat TK, SD dan SMP yang mendapat pasokan makanan dari dapur MBG yang sama.

Hendri mengatakan, penyebab kejadian tersebut masih dalam penyelidikan.

Tim dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Dinas Kesehatan Agam melakukan pemeriksaan, termasuk terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.

Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar untuk mengetahui penyebab pasti para siswa mengalami keluhan kesehatan secara bersamaan.***

Editor: Alseptri Ady