Resmi! Mulai Hari Ini Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, SKK Migas: Hanya Pipa ke Singapura Aja!

A

Alseptri Ady

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:59 WIB

Resmi! Mulai Hari Ini Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, SKK Migas: Hanya Pipa ke Singapura Aja!

JAKARTA, AmiraRiau.com - Pemerintah Indonesia resmi mengambil langkah tegas dengan memangkas volume ekspor gas bumi ke Singapura mulai Sabtu (24/10/2026). 

Kebijakan pengurangan pengiriman gas tersebut bersumber dari dua jalur pipa utama di wilayah Natuna dan Sumatera.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa pemangkasan ini hanya menyasar negara tetangga tersebut karena keterhubungan jalur pipa nasional.

Siapkan Strategi Ketahanan Energi
“Kita kurangi ekspor gas ke Singapura. Dari Natuna 15 BBTUD, dari Sumatera 16 BBTUD,” ujar Djoko dikutip dari Antara, Sabtu (24/10/2026).

Djoko menegaskan, tindakan pengurangan pasokan ini tidak berdampak pada negara tujuan ekspor lainnya.

“Nggak ada (negara lain). Pipanya kan ke Singapura aja,” kata Djoko tegas

Rencana pengurangan ekspor gas sebelumnya disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Pernyataan tersebut disampaikan seusai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.

Bahlil mengatakan pemerintah mempertimbangkan penghentian atau tidak memperpanjang kontrak ekspor gas ke negara tetangga. Langkah tersebut berkaitan dengan upaya menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global.

"Ya memang harus survival, kita sebagai pejabat negara, Bapak Presiden sebagai Presiden, pasti apa yang disampaikan Presiden. Semua kementerian mampu menjabarkan dalam konteks menuju survival," kata Bahlil.

Menurut Bahlil, pertimbangan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya menjaga kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan nasional. Karena itu, pemerintah perlu memastikan ketersediaan gas dalam negeri sebelum mengambil keputusan mengenai kelanjutan kontrak ekspor.

"Jadi kalau negara lain ada pandangan lain untuk kita, hati-hati. Untuk gas saya tidak perpanjang untuk ekspor ke negara tetangga karena harus survival, guna penuhi kebutuhan dalam negeri," ujarnya.***

Editor: Alseptri Ady