Ia menjelaskan, dapur umum ini akan melayani warga selama berada di pengungsian. Tidak hanya itu, BAZNAS Siak juga membantu bahan pokok untuk kebutuhan warga di pengungsian.
"Dalam waktu dekat kita juga akan menyalurkan bantuan berupa sembako seperti beras, tepung, telur dan minyak goreng. Bersama dinas terkait kita terus memantau kondisi warga musibah banjir ini," sebutnya.
Wakil Ketua Bapekam Kampung Dosan, Abuzar menyampaikan 15 Kepala Keluarga mulai tadi malam sudah menempati tenda pengungsian.
Genangan air menyentuh lutut orang dewasa, Banjir yang paling parah terjadi di dua RT yaitu di RT 05, 06 termasuk simpang obor jalan lintas Provinsi arah Tanjung Buton akibatnya, pengendara sulit melintasi jalan tersebut karena air yang cukup dalam.
"Selain pemukiman dan kebun warga, banjir juga merendam simpang obor, kurang lebih 2 km jalan terendam air setinggi 60 cm sehingga mobil kecil tidak dapat melintas," kata abu.
Banjir yang terjadi, sambung Abuzar akibat pendangkalan kanal dan penyumbatan di gorong-gorong yang pecah sehingga air tak lancar.
"Di simpang Pol Airud ada gorong-gorong yang pecah, sehingga air tak lancar mengalir ke kanal besar," pungkasnya.(Mc-Siak)***
Ia menjelaskan, dapur umum ini akan melayani warga selama berada di pengungsian. Tidak hanya itu, BAZNAS Siak juga membantu bahan pokok untuk kebutuhan warga di pengungsian.
"Dalam waktu dekat kita juga akan menyalurkan bantuan berupa sembako seperti beras, tepung, telur dan minyak goreng. Bersama dinas terkait kita terus memantau kondisi warga musibah banjir ini," sebutnya.
Wakil Ketua Bapekam Kampung Dosan, Abuzar menyampaikan 15 Kepala Keluarga mulai tadi malam sudah menempati tenda pengungsian.
Genangan air menyentuh lutut orang dewasa, Banjir yang paling parah terjadi di dua RT yaitu di RT 05, 06 termasuk simpang obor jalan lintas Provinsi arah Tanjung Buton akibatnya, pengendara sulit melintasi jalan tersebut karena air yang cukup dalam.
"Selain pemukiman dan kebun warga, banjir juga merendam simpang obor, kurang lebih 2 km jalan terendam air setinggi 60 cm sehingga mobil kecil tidak dapat melintas," kata abu.
Banjir yang terjadi, sambung Abuzar akibat pendangkalan kanal dan penyumbatan di gorong-gorong yang pecah sehingga air tak lancar.
"Di simpang Pol Airud ada gorong-gorong yang pecah, sehingga air tak lancar mengalir ke kanal besar," pungkasnya.(Mc-Siak)***