PEKANBARU, AmiraRiau.com - Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, Provinsi Riau kembali berduka, tokoh yang selama ini berkharisma dan menjadi bapak pembangunan kabupaten Siak telah tiada.
Kabar duka itu datang dari Mantan Bupati Siak Arwin AS itu meninggal dunia pada Sabtu (31/10/2026) pagi sekitar pukul 07.28 WIB di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dalam usia 73 tahun.
Sebelum wafat, tokoh masyarakat Riau itu sempat menjalani perawatan di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau akibat kondisi kesehatan yang menurun.
"Telah berpulang ke Rahmatullah Tokoh Riau Bapak H. ARWIN BIN AHMAD SARUJI (Bupati Siak pada masanya) pada hari ini Sabtu 31 Oktober 2026 sekitar jam 07.28 wib di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru," demikian pesan di sejumlah group media sosial.
Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke rumah duka di jalan Thamrin, Gobah disamping SMK Labor, Pekanbaru untuk disemayamkan.
Kabar duka tersebut juga dibagikan oleh Bupati Siak Afni Zulkifli. Dalam akun media sosialnya Afni mengatakan Arwin AS merupakan figur yang membimbingnya sejak muda dan mendukung dia maju sebagai bupati Siak ketika tidak banyak yang percaya dirinya bisa menang.
"Innalillahi wainna ilaihirojiun. Dunia seketika sejenak berhenti, dan bumi terasa tidak bertapak pagi ini." tulis Afni.
Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya H. Arwin bin Ahmad Saruji. Mantan Bupati Siak tersebut disebut sebagai sosok ayah yang selama ini membimbing, mendukung, dan menguatkannya, bahkan sejak sebelum dirinya dipercaya memimpin Kabupaten Siak.
“Beliau selalu yakin dan memberi keyakinan. Beliau bersama berjuang dan memperjuangkan. Beliau tak setapak pun pernah meninggalkan saya sendirian. Tidak pernah,” kenang Afni.
Afni mengungkapkan, dukungan tersebut tetap diberikan Arwin meski dalam kondisi sakit. Setiap kali bertemu, Arwin selalu berpesan agar dirinya tidak menyerah dan tetap kuat menjalankan amanah memimpin Siak.
“Kau Afni anakku, jangan pernah mundur. Jaga Siak. Kutitip Siak. Berjuanglah. Jangan menyerah,” demikian pesan Arwin yang terus diingat Afni.
Bahkan, dalam pertemuan terakhir di rumah sakit, Arwin secara khusus meminta agar dirinya direkam saat memberikan motivasi kepada Afni. Dalam kesempatan itu, keduanya juga berfoto bersama dengan senyum khas Arwin.
Pada pertemuan tersebut, Arwin kembali menceritakan perjuangannya dahulu saat mendirikan Jembatan Siak yang sempat menghadapi berbagai hambatan. Ia juga berpesan agar Afni tidak gentar memperjuangkan hak-hak Siak, sekalipun harus berdiri di depan Istana Negara.
“Jika sehat, aku pun akan ikut berdiri bersamamu di depan Istana meminta hak-hak Siak itu. Jangan lupa pakai baju putih, baju Bupati-mu itu. Doa dan dukungan rakyat pasti bersamamu,” kenang Afni mengutip pesan terakhir Arwin.
Bagi Afni, kepergian Arwin bukan sekadar kehilangan seorang tokoh yang pernah memimpin Siak. Ia kehilangan sosok yang telah dianggap sebagai ayah, tempat bersandar sekaligus sumber kekuatan dalam menjalankan perjuangan untuk daerah.
Afni menyebutkan jasa Arwin untuk Kabupaten Siak akan selalu dikenang. Namun, kepergiannya terasa semakin berat karena terjadi ketika dirinya masih membutuhkan sosok yang selama ini terus mengingatkan agar tidak menyerah.
“Siak kehilangan besar. Dan saya, sejenak seperti tidak berpijak. Seperti anak kehilangan bapak,” tulis Afni dalam ungkapan dukanya. Ia pun mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan meninggal dalam keadaan husnul khatimah.***