Siswa MAN 5 Kampar di Desa Kuntu Sulap Minyak Jelantah Jadi Biodiesel B100, Anggota DPRD Eko Sutrisno Dorong Hak Cipta

I

Isman

Rabu, 20 Mei 2026 | 20:18 WIB

Siswa MAN 5 Kampar di Desa Kuntu Sulap Minyak Jelantah Jadi Biodiesel B100, Anggota DPRD Eko Sutrisno Dorong Hak Cipta
Anggota DPRD Kabupaten Kampar, Eko Sutrisno, bersama para pelajar dan guru dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Kampar yang berlokasi di Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri.

KAMPAR KIRI, AmiraRiau.com – Prestasi gemilang dan sarat inovasi kembali diukir oleh dunia pendidikan di Kabupaten Kampar. Para pelajar dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Kampar yang berlokasi di Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, sukses memisahkan diri dari keterbatasan dengan berhasil mengolah limbah minyak jelantah menjadi bahan bakar minyak (BBM) alternatif jenis Biodiesel B100.

Inovasi energi ramah lingkungan yang lahir dari ruang kelas sederhana tersebut langsung memantik perhatian dan apresiasi tinggi dari Anggota DPRD Kabupaten Kampar, Eko Sutrisno. Ia hadir langsung menyaksikan praktik dan pemaparan hasil riset para siswa pada Senin lalu.

"Alhamdulillah, kreativitas dan hasil riset anak-anak kita di MAN 5 Kuntu ini patut kita berikan apresiasi setinggi-tingginya. Meskipun alat dan tempat mereka praktikum sangat sederhana, mereka mampu menjawab tantangan energi masa depan," ujar Eko Sutrisno, Rabu (20/5/2026).

Eko menilai, hasil riset pengolahan limbah domestik menjadi bahan bakar siap pakai ini tidak boleh berhenti sekadar sebagai tugas sekolah. Inovasi ini membutuhkan ekosistem pendukung (support system) yang kuat, terutama intervensi dari pemerintah daerah agar bisa diproduksi secara massal atau menjadi solusi lingkungan.

Sebagai bentuk tindakan nyata, politisi Kampar ini mengaku telah membangun komunikasi intensif dengan pihak Politeknik Kampar guna membantu pengujian laboratorium dan pengembangan formula biodiesel tersebut dari sisi saintifik akademik.

Tidak hanya itu, Eko juga bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Kampar untuk memfasilitasi legalitas hukumnya.

"Saya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait agar hasil karya ilmiah dan inovasi teknologi terapan siswa MAN 5 Kuntu ini segera mendapatkan perlindungan Hak Cipta atau HAKI. Ini penting agar kekayaan intelektual anak daerah kita terlindungi secara hukum," tegas Eko.

Penemuan Biodiesel B100 berbasis zat sisa dapur oleh siswa madrasah di Kampar Kiri ini diharapkan menjadi pemantik standar baru bagi sekolah-sekolah lain di Bumi Lancang Kuning. Di tengah kampanye global mengenai penurunan emisi karbon, karya nyata dari Desa Kuntu ini memperlihatkan bahwa pemuda daerah siap ambil bagian dalam menjaga kelestarian bumi lewat sains dan teknologi terapan.***

Penulis: Ali Akbar

Editor: Isman