JAKARTA, AmiraRiau.com – Krisis yang mengguncang Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusul peringatan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) menarik perhatian publik luas. Psikiater sekaligus pengusaha, dr. Mintarsih A. Latief, Sp.KJ, menyatakan bahwa kekacauan yang terjadi saat ini merupakan konsekuensi logis dari praktik "penggorengan saham" dan ketidakjujuran oknum yang memegang wewenang.
Menurut Mintarsih, kondisi ekonomi makro berkaitan erat dengan citra negara di mata investor asing. Ia menilai wajar jika Presiden Prabowo Subianto menunjukkan amarah besar karena kehormatan negara dan nasib investor ritel menjadi taruhannya.
Dalam keterangannya, Mintarsih juga mengaitkan carut-marut otoritas pasar modal dengan perjuangan hukumnya terkait penghilangan saham di PT. Blue Bird Tbk. Ia menyebut adanya tindakan yang "tidak beres" di level otoritas sehingga perusahaan bisa dipaksakan IPO meski masih dalam sengketa pidana.
"Sekali terungkap adanya penggorengan saham atau penghilangan hak orang, lalu perusahaan dipaksakan IPO, pastinya akan sampai ke Presiden. Ini yang menambah marahnya Presiden," ujar Mintarsih dalam keterangan tertulisnya kepada AmiraRiau.com, Selasa (17/2/2026).
Mintarsih juga menyinggung kejanggalan hukum yang menimpanya, di mana ia digugat balik sebesar Rp140 miliar dengan putusan yang mewajibkan pengembalian gaji hingga melibatkan anak-anaknya sebagai penanggung denda. Namun, ia menegaskan laporan pidananya di Bareskrim terhadap sejumlah nama besar tetap berjalan.
Kemarahan Presiden Prabowo telah memicu gelombang pengunduran diri massal di pucuk pimpinan otoritas keuangan Indonesia pada akhir Januari 2026. Hashim Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden, mengonfirmasi bahwa desakan mundur tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban atas ketidaktransparanan yang merugikan investor ritel.
Berikut adalah daftar pejabat yang telah mengundurkan diri per 30 Januari 2026, Mahendra Siregar (Ketua DK OJK), Mirza Adityaswara (Wakil Ketua DK OJK), Inarno Djajadi (Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK), I.B Aditya Jayaantara (Deputi Komisioner OJK) dan Iman Rachman (Direktur Utama BEI).
Peringatan MSCI dan pengungkapan kasus "penggorengan saham" telah memicu sentimen negatif yang menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok drastis pada akhir Januari. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kini memikul mandat besar dari Presiden untuk melakukan perombakan total demi memulihkan kepercayaan pasar global.***
Penulis: Rls