PEKANBARU, AmiraRiau.com – Perjalanan hidup seseorang seringkali ditentukan oleh ketekunan dalam menapaki setiap anak tangga. Prinsip inilah yang membawa drg. Yusi Prastiningsih sampai ke posisi puncaknya hari ini. Kamis (5/2/2026), ia resmi dilantik sebagai Direktur Utama RSUD Arifin Achmad oleh Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.
Namun, jabatan mentereng ini bukanlah sebuah keberuntungan instan. Jauh sebelum namanya dikenal di koridor rumah sakit provinsi, Yusi adalah seorang dokter muda yang mengabdikan dirinya di tengah kesunyian desa.
Lulus dari Fakultas Kedokteran Gigi UGM, Yusi tidak memilih kenyamanan kota besar. Tahun 1998, ia memulai perjalanannya sebagai Dokter Gigi PTT di Jambi. Tak lama kemudian, ia menginjakkan kaki di tanah Kampar, bertugas di Puskesmas Kampar Kiri Lipatkain dan Simalinyang.
Di desa-desa terpencil itulah, ia belajar tentang arti pelayanan yang sesungguhnya. Tanpa fasilitas mewah, Yusi harus menghadapi tantangan keterbatasan alat medis demi kesembuhan warga. Ketulusannya berbuah manis; ia dinobatkan sebagai Dokter Puskesmas Teladan Kabupaten Kampar berkali-kali.
"Saya memulai satu persatu jabatan itu. Dari dokter gigi puskesmas terpencil, puskesmas biasa, kepala puskesmas, kabag, kabid, hingga wakil direktur. Alhamdulillah, semua tangga saya lalui, tak ada yang terlompati," kenangnya dengan senyum penuh syukur.
Meski kini telah menduduki kursi nomor satu di RSUD Arifin Achmad, jiwa pelayan masyarakatnya tidak luntur. Yusi memahami keluh kesah masyarakat terkait layanan rumah sakit rujukan yang kerap padat dan melelahkan.
Sebagai langkah nyata, pekan depan ia akan meresmikan Poli Utama. Sebuah layanan fast track (jalur cepat) bagi pasien umum non-BPJS. Inovasi ini hadir bukan untuk membeda-bedakan, melainkan untuk mengoptimalkan kapasitas rumah sakit agar semua golongan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik sesuai kebutuhannya.
Istri dari Kepala Dinas PMD Dukcapil Riau, Mhd Firdaus ini, tetap menunjukkan kerendahan hati. Baginya, RSUD Arifin Achmad adalah milik masyarakat Riau. Ia sadar masih banyak lubang-lubang pelayanan yang harus ditutup dan diperbaiki.
"Mohon dukungan dan bantuan. Silakan berikan saran dan masukan bagi kami. Rumah sakit ini adalah pusat rujukan kita semua, dan saya ingin memanfaatkannya secara optimal untuk kesembuhan masyarakat," pintanya tulus.
Dari seorang dokter gigi di puskesmas kecil hingga menjadi nakhoda rumah sakit besar, drg. Yusi Prastiningsih adalah bukti bahwa kerja keras dan kesabaran dalam berproses tidak akan pernah mengkhianati hasil.***