KUANSING, AmiraRiau.com – Sebanyak 14 qari dan qariah terbaik Kabupaten Kampar memastikan langkah mereka menuju babak final Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau. Mereka membawa satu misi besar: mengharumkan nama Negeri Serambi Mekkah di panggung bergengsi tingkat provinsi.
Menjelang tampil di arena final, para peserta terlihat dalam kondisi siap dan penuh keyakinan. Tidak tampak rasa gugup berlebihan. Yang terlihat justru semangat, ketenangan, serta keseriusan dalam mempersiapkan penampilan terbaik.
Dukungan penuh diberikan tim pelatih dan official Kafilah Kampar. Para peserta terus mendapatkan pendampingan, mulai dari pemantapan teknik, evaluasi penampilan, hingga penguatan mental sebelum memasuki arena perlombaan.
Koordinator Kafilah Kabupaten Kampar, H. Zulfaimar, S.Ag., M.Ag., mengatakan seluruh finalis telah menjalani persiapan matang dan siap memberikan hasil terbaik.
"Sebanyak 14 qari dan qariah Kabupaten Kampar tampil pada babak final hari ini. Insya Allah mereka sudah siap memberikan performa terbaik. Mereka telah mendapatkan bimbingan intensif dari pelatih, dan seluruh official terus mendampingi agar mereka tampil maksimal," ujar Zulfaimar saat memantau kesiapan peserta, Selasa (30/6/2026).
Ke-14 finalis tersebut berasal dari sejumlah cabang lomba. Pada Cabang Fahmil Al-Qur'an, Kampar diwakili Rinaldi, Muhammad Aidil Faiz, dan Faradj Akmal. Cabang Syarhil Al-Qur'an diwakili Afifah Syahirah, Nayla Pratiwi Zalianti, dan Nazila Iffa.
Sementara pada Cabang Seni Baca Al-Qur'an tampil Nasywatul Kamila, Azkiya Zahirah, dan Rita. Cabang Hafalan Al-Qur'an diwakili Asyafiq Rafiki, Rafdinal Fitra, serta Farhan Rahimuddin Munthe.
Adapun Muhammad Al Badar Adren akan berlaga pada Cabang Karya Tulis Ilmiah Hadis, sedangkan MHD. Dienul Faiz tampil pada Cabang Musabaqah Hafalan Al-Hadis.
Bagi Kafilah Kampar, final MTQ bukan hanya soal mengejar prestasi, tetapi juga menjadi ajang pembuktian atas proses panjang yang telah dilalui. Latihan disiplin, pembinaan berkelanjutan, serta dukungan berbagai pihak menjadi modal utama dalam menghadapi persaingan.
Zulfaimar turut mengajak masyarakat Kabupaten Kampar memberikan dukungan dan doa bagi para peserta yang sedang berjuang.
"Semoga anak-anak kita diberikan kemudahan, ketenangan, dan mampu menampilkan kemampuan terbaiknya. Mohon doa masyarakat Kampar agar mereka dapat meraih hasil terbaik serta mengharumkan nama daerah," harapnya.
Kini, setiap langkah para finalis menuju mimbar perlombaan menjadi pertaruhan harapan masyarakat Kampar. Di balik lantunan ayat suci yang akan diperdengarkan, terdapat perjuangan panjang para peserta, doa orang tua, kerja keras pelatih, dan kebanggaan masyarakat Negeri Serambi Mekkah yang menanti prestasi terbaik dari putra-putri daerahnya.***
Penulis: Ali Akbar