Kata Saiful, makan bajamba ini juga menyampaikan pesan bahwa kami di STIE Riau Akbar adalah keluarga besar meskipun berasal dari latar belakang berbeda-beda. Tak ada perbedaan karena semua menuju ke hal yang sama beribadah di Bulan Suci Ramadan 1446 H.
Sebagaimana diketahui, makan bajamba atau juga disebut makan barapak adalah tradisi makan dengan cara duduk bersama-sama di dalam suatu ruangan yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau. Tradisi ini umumnya dilangsungkan pada hari-hari besar agama Islam dan berbagai upacara adat, atau pertemuan penting lainnya.
Asal usul makan bajamba berasal dari Kоtо Gаdаng, Agаm, Sumatera Barat dаn sudah dimulai ѕеjаk аbаd kе-7, tераtnуа ketika аwаl masuknya Islam kе Mіnаngkаbаu. Makan bajamba akan memunculkan rasa kebersamaan tanpa melihat perbedaan status sosial.
Nilai-nilai yang terkandung dalam adat ini, sendiri adalah keramahan, kebiasaan, dan adilnya dalam pembagian makanan. Selain itu makna yang terkandung di dalamnya yakni jika satu orang makan, maka semuanya juga harus turut makan.***
Kata Saiful, makan bajamba ini juga menyampaikan pesan bahwa kami di STIE Riau Akbar adalah keluarga besar meskipun berasal dari latar belakang berbeda-beda. Tak ada perbedaan karena semua menuju ke hal yang sama beribadah di Bulan Suci Ramadan 1446 H.
Sebagaimana diketahui, makan bajamba atau juga disebut makan barapak adalah tradisi makan dengan cara duduk bersama-sama di dalam suatu ruangan yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau. Tradisi ini umumnya dilangsungkan pada hari-hari besar agama Islam dan berbagai upacara adat, atau pertemuan penting lainnya.
Asal usul makan bajamba berasal dari Kоtо Gаdаng, Agаm, Sumatera Barat dаn sudah dimulai ѕеjаk аbаd kе-7, tераtnуа ketika аwаl masuknya Islam kе Mіnаngkаbаu. Makan bajamba akan memunculkan rasa kebersamaan tanpa melihat perbedaan status sosial.
Nilai-nilai yang terkandung dalam adat ini, sendiri adalah keramahan, kebiasaan, dan adilnya dalam pembagian makanan. Selain itu makna yang terkandung di dalamnya yakni jika satu orang makan, maka semuanya juga harus turut makan.***