MAKKAH, AmiraRiau.com – Rangkaian puncak ibadah haji resmi dimulai. Sebanyak 440 jemaah haji asal Kabupaten Siak yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter BTH 12) dilaporkan telah tiba dengan selamat di Tenda Maktab 85, Arafah, Arab Saudi. Momentum ini menandai kesiapan para jemaah untuk menjalani prosesi wukuf sebagai inti dari seluruh rukun haji.
Petugas Haji Daerah (PHD) Kabupaten Siak, dr. Atika Rifiani, mengonfirmasi bahwa rombongan jemaah yang terdiri dari 226 perempuan dan 214 laki-laki tersebut bertolak dari hotel pemondokan di Makkah menggunakan armada bus khusus dan tiba di Arafah dalam kondisi kesehatan yang stabil.
"Alhamdulillah, jemaah haji kita semua dalam kondisi yang baik dan terpantau stabil. Saat ini seluruh rombongan sudah menempati tenda di Arafah untuk bersiap menyambut waktu wukuf," terang dr. Atika Rifiani melalui laporan tertulisnya, Selasa (26/5/2026).
Menghadapi fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) yang menguras fisik di bawah sengatan cuaca terik, tim medis daerah bergerak taktis melakukan langkah-langkah preventif. Petugas secara berkala memberikan edukasi berkendara sehat, membagikan masker, serta memasok paket oralit guna mencegah risiko dehidrasi massal pada jemaah.
Secara umum, mayoritas jemaah hanya mengeluhkan gejala batuk dan pilek (common cold) ringan yang dinilai wajar akibat adaptasi suhu udara. Namun, intervensi medis darurat sempat dilakukan menjelang waktu Magrib waktu setempat saat seorang jemaah lanjut usia (lansia) dengan kategori risiko tinggi (Risti) mengalami demam tinggi.
"Berkat penanganan cepat dan responsif dari tim medis di lapangan, kondisi jemaah lansia tersebut kini sudah membaik, demamnya turun, kondisinya kembali stabil, dan sudah bisa menyantap asupan makanan lagi," tambah dr. Atika.
Di balik tingginya nilai spiritualitas ibadah, fase Arafah tahun ini tetap menyisakan tantangan logistik fasilitas umum bagi para penutur ibadah dari berbagai belahan dunia. Jemaah Kloter BTH 12 Siak harus berbagi penggunaan toilet dan kamar mandi dengan kloter lain, yang memicu antrean panjang serta pasokan air yang dilaporkan kurang lancar.
Tantangan ini dirasakan lebih berat bagi jemaah disabilitas pengguna kursi roda, mengingat letak kamar mandi khusus disabilitas berjarak cukup jauh dari kluster tenda utama. Kendati demikian, kendala infrastruktur maktab tersebut tidak mengendurkan semangat dan kekhusyukan jemaah. Memasuki malam hari, suasana tenda berlangsung syahdu dengan pelaksanaan salat Magrib dan Isya berjamaah yang diiringi lantunan doa serta zikir.
Sesuai dengan jadwal operasional ibadah, usai merampungkan wukuf di Arafah, jemaah haji Kabupaten Siak akan langsung diberangkatkan menuju Muzdalifah untuk bermalam (mabit) dan mengambil batu kerikil, sebelum akhirnya bergerak menuju Mina untuk prosesi melontar jumrah.***