Karena merasa tidak puas dengan kualitas turap tersebut, warga Desa Pulau Tinggi meminta Inspektorat Kampar segera melakukan pemeriksaan.
"Saya menduga ada permainan sehingga pengerjaannya asal jadi," tegasnya.
Menurut informasi awal, kata sumber, dari rancangan pengerjaan pembangunannya dengan turap coran. Namun yang terjadi malah menggunakan turap batu gunung.
Kepala Desa Pulau Tinggi, Muhammad Yasir, saat dikonfirmasi, Rabu (15/5/2024), membenarkan turap tersebut mengalami kerusakan dan pecah akibat dilalalui oleh truck saat akan menimbun.
"Mobilnya sampai tergelincir akibat turap itu pecah. Mungkin karena beban trucknya terlalu berat sehingga turap tidak bisa menahan," ujarnya.
Kades juga membantah jika turap tersebut dikerjakan asal jadi, melainkan karena supir tidak tahu sehingga turap mengalami kerusakan.
Namun setelah menjelaskan, Kades kemudian bertanya turap yang mana di Jalan Usaha Tani tersebut.
"Turap di sana banyak. Jadi yang mana?" katanya.
Setelah foto turap dikirim melalui WhatsApp, Kades tak kunjung membalas atau merespon, meskipun pada pesan tersebut sudah diterima yang ditandai dengan centang dua.
Saat kembali dihubungi, Kades juga tidak mengangkat lagi.***
Editor: Isman Iriadi
Karena merasa tidak puas dengan kualitas turap tersebut, warga Desa Pulau Tinggi meminta Inspektorat Kampar segera melakukan pemeriksaan.
"Saya menduga ada permainan sehingga pengerjaannya asal jadi," tegasnya.
Menurut informasi awal, kata sumber, dari rancangan pengerjaan pembangunannya dengan turap coran. Namun yang terjadi malah menggunakan turap batu gunung.
Kepala Desa Pulau Tinggi, Muhammad Yasir, saat dikonfirmasi, Rabu (15/5/2024), membenarkan turap tersebut mengalami kerusakan dan pecah akibat dilalalui oleh truck saat akan menimbun.
"Mobilnya sampai tergelincir akibat turap itu pecah. Mungkin karena beban trucknya terlalu berat sehingga turap tidak bisa menahan," ujarnya.
Kades juga membantah jika turap tersebut dikerjakan asal jadi, melainkan karena supir tidak tahu sehingga turap mengalami kerusakan.
Namun setelah menjelaskan, Kades kemudian bertanya turap yang mana di Jalan Usaha Tani tersebut.
"Turap di sana banyak. Jadi yang mana?" katanya.
Setelah foto turap dikirim melalui WhatsApp, Kades tak kunjung membalas atau merespon, meskipun pada pesan tersebut sudah diterima yang ditandai dengan centang dua.
Saat kembali dihubungi, Kades juga tidak mengangkat lagi.***
Editor: Isman Iriadi