Usung Konsep Perpaduan Religi dan Budaya Kuansing, MTQ Riau ke-44 Miliki Daya Tarik Wisatawan

A

Alseptri Ady

Selasa, 12 Mei 2026 | 15:54 WIB

Usung Konsep Perpaduan Religi dan Budaya Kuansing, MTQ Riau ke-44 Miliki Daya Tarik Wisatawan

PEKANBARU, AmiraRiau.com - Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Riau ke-44 tahun ini di Kabupaten Kuantan Singingi akan menghadirkan konsep berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain menonjolkan nuansa religi, pelaksanaan MTQ juga akan dipadukan dengan kekayaan adat dan budaya khas Kota Jalur.

Sekdaprov Riau Syahrial Abdi, mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi bersama panitia telah menyiapkan berbagai pertunjukan meriah yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Konsep tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman berbeda bagi para kafilah maupun tamu yang datang dari seluruh kabupaten/kota di Riau.

Terlebih, perpaduan antara kegiatan keagamaan dan budaya lokal itu dinilai menjadi daya tarik tersendiri dalam pelaksanaan MTQ tahun ini. Bahkan, sejumlah tradisi khas Kuansing juga akan ditampilkan sebagai bagian dari penyambutan tamu dan promosi budaya daerah.

“Perlombaan MTQ Provinsi tahun ini di Kuansing akan ada sesuatu keunikan. Pak Bupati dan panitia telah menyiapkan penampilan yang meriah serta melibatkan seluruh komponen masyarakat,” kata Sekda Syahrial Abdi, di Kantor Gubernur Riau, Selasa (12/5/2026).

Dijelaskan, konsep pelaksanaan MTQ ke-44 akan menampilkan identitas budaya masyarakat Kuantan Singingi yang selama ini dikenal kuat memegang adat dan tradisi. Ia menambahkan, filosofi tiga tungku sejarangan menjadi simbol sinergi antara unsur adat, pemerintah, dan ulama.

“Tadi Pak Bupati sudah menyampaikan kepada saya hal ini tergambar dari tiga tungku sejarangan. Yang mana ini akan menonjolkan tradisi adat, umaroh dan ulamanya,” jelasnya.

Diterangkan, nilai-nilai tersebut nantinya akan diangkat dalam rangkaian kegiatan MTQ tingkat provinsi. Menurutnya, kolaborasi antara nilai keagamaan dan budaya lokal menjadi langkah positif dalam memperkenalkan identitas daerah kepada publik.

“Jadi nanti akan meskipun eventnya keagamaan, Kuansing berusaha memadukan adat budaya dalam perhelatan ini. Salah satu yang sudah menjadi masyarakat Kuantan Singingi yaitu pacu jalur,” terangnya.

Tradisi pacu jalur disebut akan menjadi salah satu ikon budaya yang ditontonkan kepada para tamu dan peserta MTQ. Event budaya tersebut selama ini dikenal sebagai warisan masyarakat Kuansing yang memiliki daya tarik wisata cukup besar.

Pemerintah Provinsi Riau menilai langkah Pemkab Kuansing memasukkan unsur budaya ke dalam pelaksanaan MTQ merupakan inovasi yang dapat memperkuat sektor pariwisata dan berpotensi mendorong ekonomi warga sekitar.

“Pak Bupati siap memperlihatkan kapada para kafilah dan tamu-tamu yang hadir terkait kekayaan budaya Kuansing. Semoga perlombaan MTQ Provinsi Riau tahun ini dapat menjadi kenangan tersendiri baik bagi peserta maupun wisatawan." pungkasnya.***

Editor: Alseptri Ady

Sumber: MCR