KAMPAR, AmiraRiau.com – Sebanyak 452 Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Kampar dipastikan siap diberangkatkan menuju Embarkasi Batam pada musim haji 1447 H / 2026 M. Kepastian ini menjadi angin segar bagi para tamu Allah yang telah mempersiapkan diri baik secara fisik maupun batin.
Kepala Kantor Haji dan Umrah Kabupaten Kampar, H. Dirhamsyah, S.Ag., M.Sy, menjelaskan bahwa seluruh aspek mulai dari administrasi, kesehatan, hingga teknis lapangan terus dimatangkan untuk menjamin kelancaran ibadah.
Pemberangkatan JCH Kampar tahun ini dibagi menjadi tiga Kelompok Terbang (Kloter) melalui Embarkasi Batam dengan rincian jadwal sebagai berikut:
-
Kloter 5 dan 6: Diberangkatkan dari Bangkinang menuju Batam pada 26 dan 27 April 2026.
-
Kloter 10: Dijadwalkan berangkat pada 2 Mei 2026.

Seluruh persiapan terus kami matangkan. Kami menekankan pentingnya koordinasi yang presisi agar tidak ada miskomunikasi di titik kumpul yang dapat mengganggu kenyamanan jamaah," ujar Dirhamsyah, Selasa (7/4/2026).
Mengingat tantangan besar dalam mengelola ratusan jamaah—terutama bagi lansia—Kemenag Kampar telah mengukuhkan 11 Ketua Rombongan (Karom) dan 45 Ketua Regu (Karu). Mereka akan menjadi "perpanjangan tangan" petugas untuk memastikan setiap individu mendapatkan pelayanan dan informasi yang jelas.
Menurut Dirhamsyah, Karom dan Karu bukan sekadar pengatur barisan, melainkan penghubung utama yang menjaga kekompakan kelompok sejak keberangkatan dari Bangkinang, proses di Batam, hingga pelaksanaan rukun haji di Tanah Suci.
"Ketepatan koordinasi dan kecepatan pelayanan menjadi prioritas kami. Dengan komposisi petugas yang ada, kami berharap jamaah dapat fokus beribadah dengan khusyuk tanpa terbebani kendala teknis," pungkasnya.
Pembekalan Khusus
Menjelang keberangkatan ratusan Jamaah Calon Haji (JCH), Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar melalui Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah menggelar pembekalan khusus bagi Ketua Rombongan (Karom) dan Ketua Regu (Karu), Selasa (7/4/2026).
Bertempat di Aula Lantai II Gedung PLHUT Kemenag Kampar, kegiatan ini menjadi instrumen vital untuk mematangkan kesiapan 56 petugas inti yang terdiri dari 11 Karom dan 45 Karu. Mereka akan mengemban tanggung jawab besar mengawal 452 JCH Kampar selama prosesi ibadah di Tanah Suci.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kampar, H. Dirhamsyah, S.Ag., M.Sy, menegaskan bahwa Karom dan Karu bukan sekadar posisi pendamping, melainkan struktur komando lapangan yang sangat krusial.
“Karom dan Karu bukan hanya mengatur barisan. Mereka adalah penghubung utama antara jamaah dengan petugas resmi (Kloter), sekaligus penanggung jawab ketertiban, keamanan, dan kekompakan jamaah di lapangan,” tegas Dirhamsyah.
Dalam skema pemberangkatan haji yang kompleks, petugas Karom dan Karu menjadi faktor penentu kelancaran jamaah dalam memastikan jamaah memahami setiap tahapan perjalanan dan jadwal ibadah, menjaga agar jamaah tetap berada dalam regunya untuk menghindari risiko tersesat dan memberikan pendampingan ekstra, khususnya bagi jamaah lanjut usia yang membutuhkan perhatian khusus.
Dirhamsyah mengingatkan bahwa jumlah jamaah yang mencapai ratusan dengan titik keberangkatan yang dinamis memerlukan komunikasi yang solid.
Keberhasilan penyelenggaraan haji 2026 di Kampar sangat bergantung pada kekuatan koordinasi di tingkat bawah. Mulai dari pelepasan di Bangkinang, transit di Embarkasi Batam, hingga pelaksanaan rukun haji di Makkah dan Madinah.
“Jika Karom dan Karu bekerja maksimal, maka potensi masalah bisa diminimalisir. Namun jika koordinasi lemah, dampaknya akan langsung dirasakan oleh kenyamanan jamaah. Kami ingin memastikan semua berjalan sesuai prosedur,” pungkasnya.(ADV)***