MEDAN, AmiraRiau.com – Pemerintah Kabupaten Asahan kembali menegaskan komitmennya dalam membangun sistem keuangan daerah yang akuntabel. Hal ini dibuktikan dengan penyerahan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 kepada BPK RI Perwakilan Sumatera Utara, Senin (30/03/2026) sore.
Dokumen penting tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, kepada Kepala BPK RI Perwakilan Sumut, Paula Henry Simatupang, di Auditorium BPK RI, Medan. Penyerahan ini disaksikan oleh sejumlah kepala daerah se-Sumatera Utara yang turut menyerahkan laporan serupa.
Dalam sambutannya, Bupati Taufik Zainal Abidin menekankan bahwa penyusunan laporan keuangan ini merupakan bagian dari prinsip transparansi pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa indikator keberhasilan pengelolaan anggaran tidak hanya berhenti pada raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
"Keberhasilan pengelolaan keuangan diukur dari sejauh mana anggaran tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Kami berharap BPK terus memberikan pembinaan agar kualitas laporan keuangan Asahan semakin meningkat," ujar Bupati Taufik.
Kepala BPK RI Perwakilan Sumatera Utara, Paula Henry Simatupang, mengapresiasi Pemkab Asahan dan daerah lainnya yang telah menyerahkan LKPD sesuai jadwal yang ditetapkan undang-undang. Ia menjelaskan bahwa kualitas laporan sangat bergantung pada kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).
BPK juga telah memulai pemeriksaan pendahuluan sebagai bagian dari tahapan evaluasi. "Kami berharap capaian opini WTP yang telah diraih dapat terus dipertahankan melalui peningkatan kualitas tata kelola yang lebih disiplin dan patuh pada regulasi," jelas Paula.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan beserta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Kehadiran para kepala daerah dari Nias Selatan, Mandailing Natal, hingga Tebing Tinggi dalam acara ini menunjukkan semangat kolektif pemerintah daerah di Sumatera Utara dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih (clean government).
Rangkaian acara yang berlangsung hingga pukul 17.15 WIB ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi antara auditor eksternal dan pemerintah daerah dalam mengawal uang rakyat.***
Penulis: Heru