BANGKINANG KOTA, AmiraRiau.com-Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kampar, Dwianto Prihartono, mengajak generasi muda, khususnya para santri, untuk meneruskan semangat perjuangan para pendahulu bangsa melalui kesungguhan dalam menuntut ilmu, memperkuat persatuan, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara.
Ajakan tersebut disampaikan Dwianto usai menghadiri upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Lapangan Pelajar Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Rabu (21/10/2026).
Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa santri dan generasi muda memiliki peran strategis dalam mempersiapkan masa depan bangsa melalui pendidikan, penguatan karakter, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan.
Menurut Dwianto, semangat perjuangan yang diwariskan para pendahulu tidak cukup hanya dikenang melalui kegiatan seremonial. Lebih dari itu, nilai-nilai perjuangan tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui peningkatan kualitas diri, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Ia menilai, generasi muda merupakan salah satu kekuatan penting dalam menentukan arah pembangunan Indonesia ke depan. Karena itu, para santri diharapkan tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan dan keagamaan, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan, integritas, serta kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan zaman.
“Peringatan Hari Santri Nasional juga menjadi momentum untuk mengenang peran ulama dan santri dalam perjalanan sejarah Indonesia. Kontribusi mereka dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan merupakan bagian penting dari sejarah bangsa yang patut dihargai dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tuturnya.
Dwianto menegaskan, nilai keikhlasan, keberanian, persatuan, dan cinta Tanah Air yang diwariskan para pendahulu harus terus dijaga dan diamalkan oleh generasi penerus bangsa.
Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu kunci penting untuk membentuk generasi yang berkualitas. Namun, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari luasnya pengetahuan yang dimiliki, melainkan juga dari kemampuan seseorang menerapkan ilmu untuk memberikan manfaat bagi orang lain.
Oleh karena itu, ia mendorong generasi muda agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya, membangun sikap disiplin, serta menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Dengan demikian, generasi muda tidak hanya memiliki pengetahuan yang luas, tetapi juga karakter yang kuat dan kepedulian terhadap kepentingan masyarakat,” ucapnya.
Upacara Berlangsung Khidmat
Upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Pelajar Bangkinang Kota berlangsung khidmat dengan diikuti para santri dan santriwati serta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar dan sejumlah instansi terkait.
Rangkaian upacara diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, serta pembacaan ikrar santri.
Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, Ketua DPRD Kampar H. Ahmad Taridi, perwakilan Kodim 0313/KPR, Polres Kampar, Yonif 132/Bima Sakti, Yonif TP 898/Pencalang Sakti, Pengadilan Negeri Bangkinang, dan Pengadilan Agama Bangkinang.
Hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Dr. H. Erizon serta perwakilan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bangkinang.
Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan instansi tersebut turut menunjukkan pentingnya kebersamaan dalam mendukung pendidikan, pembinaan karakter, serta penguatan peran generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan doa dan penyerahan bantuan secara simbolis kepada para penerima bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Momentum Hari Santri Nasional ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah perjuangan ulama dan santri, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam membangun generasi penerus yang berilmu, berakhlak, berintegritas, dan memiliki semangat kebangsaan.
Dwianto kembali mengajak generasi muda, termasuk para santri, untuk menjadikan ilmu pengetahuan sebagai bekal dalam berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan daerah maupun bangsa.
“Generasi muda, termasuk para santri, diharapkan terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat persatuan, serta mengamalkan ilmu dan nilai-nilai kebangsaan demi mendukung terwujudnya Indonesia yang maju, berdaya saing, dan berkeadilan menuju Indonesia Emas,” jelas Dwianto memungkasi.***
Penulis: Ali Akbar
Editor: Hasbi