Selain itu, kita juga menemukan fakta bahwa banyak pekerja yang bekerja di berbagai lokasi proyek ada yang didatangkan dari luar daerah.
"Simpul-simpul ini harus kita urai agar tidak semakin kusut ke depan. Pekerja di Pekanbaru ataupun wilayah lainnya di Riau, atau istilahnya pekerja lokal mestinya mendapat perhatian lebih," kata Zulhamdan.
Sebagaimana diketahui, PD F.SPBPU - K.SPSI Riau, saat ini sudah beranggota lebih kurang 1.700 orang. Mereka tersebar di berbagai Pimpinan Cabang F.SPBPU di kabupaten/kota di Riau.
Untuk meningkatkan perlindungan serta kualitas anggota, PD F.SPBPU Riau telah melakukan kerjasama dengan berbagai instansi pemerintah agar para pekerja mendapat tempat tersendiri, baik itu terhadap perlindungan/jaminan kesehatan kerja, maupun program sertfikasi kompetensi.
"PD F.SPBPU - K.SPSI Riau, bahkan telah mendirikan koperasi yang nantinya bergerak dalam bidang simpan pinjam agar para anggota yang terdiri dari pekerja bangunan dan pekerjaan umum. Muaranya, kita berkeinginan agar mereka bisa memperoleh hak yang sama, misalnya dalam hal kredit kepemilikan rumah," tutur Zulhamdan.***
Selain itu, kita juga menemukan fakta bahwa banyak pekerja yang bekerja di berbagai lokasi proyek ada yang didatangkan dari luar daerah.
"Simpul-simpul ini harus kita urai agar tidak semakin kusut ke depan. Pekerja di Pekanbaru ataupun wilayah lainnya di Riau, atau istilahnya pekerja lokal mestinya mendapat perhatian lebih," kata Zulhamdan.
Sebagaimana diketahui, PD F.SPBPU - K.SPSI Riau, saat ini sudah beranggota lebih kurang 1.700 orang. Mereka tersebar di berbagai Pimpinan Cabang F.SPBPU di kabupaten/kota di Riau.
Untuk meningkatkan perlindungan serta kualitas anggota, PD F.SPBPU Riau telah melakukan kerjasama dengan berbagai instansi pemerintah agar para pekerja mendapat tempat tersendiri, baik itu terhadap perlindungan/jaminan kesehatan kerja, maupun program sertfikasi kompetensi.
"PD F.SPBPU - K.SPSI Riau, bahkan telah mendirikan koperasi yang nantinya bergerak dalam bidang simpan pinjam agar para anggota yang terdiri dari pekerja bangunan dan pekerjaan umum. Muaranya, kita berkeinginan agar mereka bisa memperoleh hak yang sama, misalnya dalam hal kredit kepemilikan rumah," tutur Zulhamdan.***