Pekanbaru Jadi Titik Awal GROW 2026, SKK Migas dan WCD Riau Tanam 14.505 Pohon di Riau

I

Isman

Senin, 04 Mei 2026 | 11:07 WIB

Pekanbaru Jadi Titik Awal GROW 2026, SKK Migas dan WCD Riau Tanam 14.505 Pohon di Riau
Kolaborasi SKK Migas Sumbagut, KKKS Wilayah Riau, dan World Cleanup Day (WCD) Riau untuk memulihkan ekosistem di Bumi Lancang Kuning.

PEKANBARU, AmiraRiau.con – Komitmen kolektif untuk memulihkan ekosistem di Bumi Lancang Kuning kembali ditegaskan melalui peluncuran program Green Restoration of Our World (GROW) 2026. Program ambisius hasil kolaborasi SKK Migas Sumbagut, KKKS Wilayah Riau, dan World Cleanup Day (WCD) Riau ini resmi dimulai pada Rabu, 22 April 2026, bertepatan dengan Hari Bumi Sedunia.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang mencakup 7 kabupaten, GROW 2026 memperluas jangkauan ke seluruh 12 kabupaten/kota se-Provinsi Riau. Target penanaman pun meningkat drastis menjadi 14.505 bibit pohon.

Momentum peluncuran (kick-off) dilaksanakan di SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru. Untuk wilayah ibu kota provinsi ini, dialokasikan sebanyak 1.000 bibit pohon yang akan disebar di berbagai titik strategis perkotaan.

Jenis bibit yang dipilih merupakan perpaduan antara tanaman produktif (ekonomis) seperti mangga, durian, jeruk, matoa, kakao, dan nangka, serta tanaman pelindung (ekologis), yaitu ketapang kencana dan pohon peneduh lainnya yang berfungsi sebagai penyerap karbon (carbon sequestration).

Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, Yanin Kholison, menegaskan bahwa GROW 2026 adalah implementasi nyata dari visi IOG 4.0.

"Sektor hulu migas berperan strategis tidak hanya dalam menjaga ketahanan energi nasional, tetapi juga keberlanjutan lingkungan. GROW 2026 adalah kontribusi nyata kami terhadap pengurangan emisi karbon melalui peningkatan tutupan vegetasi di wilayah operasi," jelas Yanin.

Dukungan penuh mengalir dari berbagai KKKS Wilayah Riau, mulai dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) hingga jajaran grup EMP, PT BSP, dan SPR Langgak, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekanbaru.

World Cleanup Day (WCD) Riau menyoroti keterlibatan siswa SMK Kehutanan sebagai langkah strategis menanamkan nilai kepedulian lingkungan sejak dini. Dengan keterlibatan generasi muda, restorasi lingkungan diharapkan bukan sekadar program tahunan, melainkan menjadi budaya masyarakat Riau yang berkelanjutan.***

Penulis: RND

Editor: Isman