Ketua PII Riau Pilih Jadi Mahasiswa Angkatan Pertama Magister Manajemen Rekayasa Unilak, Ini Alasannya

A

Alseptri Ady

Selasa, 21 Juli 2026 | 17:47 WIB

Ketua PII Riau Pilih Jadi Mahasiswa Angkatan Pertama Magister Manajemen Rekayasa Unilak, Ini Alasannya

PEKANBARU, AmiraRiau.com - Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Riau, Ir. Ulul Azmi, S.T., M.Si., CST., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan apresiasi atas dibukanya Program Studi Magister Manajemen Rekayasa Universitas Lancang Kuning (Unilak). Kehadiran program studi tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat pengembangan sumber daya manusia di bidang keinsinyuran dan manajemen, sekaligus menjadi kebanggaan bagi Provinsi Riau.

Tidak hanya memberikan dukungan, Ulul Azmi juga mengambil langkah nyata dengan mendaftarkan diri sebagai mahasiswa angkatan perdana Program Magister Manajemen Rekayasa Unilak. Ia tercatat sebagai mahasiswa pertama dengan Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) 01. Keputusan tersebut menjadi bukti antusiasme sekaligus keyakinannya terhadap prospek program studi yang baru dibuka tersebut.

Yang menarik, di tengah kesibukannya memimpin PII Wilayah Riau serta menjalankan berbagai aktivitas profesional sebagai praktisi keinsinyuran dan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), Ulul Azmi saat ini juga sedang menempuh pendidikan Program Doktor (S3) Sains Manajemen. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi semangatnya untuk kembali menjadi mahasiswa pada Program Magister Manajemen Rekayasa Unilak.

Menurutnya, keputusan tersebut bukan sekadar untuk menambah jenjang pendidikan, tetapi merupakan bentuk komitmen dalam mengembangkan kompetensi yang lebih spesifik pada bidang manajemen rekayasa yang mengintegrasikan ilmu teknik dengan ilmu manajemen untuk menjawab tantangan dunia industri modern.

"Dunia industri saat ini membutuhkan pemimpin yang tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial, inovasi, pengelolaan risiko, serta mampu mengambil keputusan berbasis rekayasa. Karena itu, saya menyambut baik hadirnya Program Magister Manajemen Rekayasa di Unilak sebagai langkah maju bagi pengembangan keinsinyuran di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau," ujar Ulul Azmi.

Ia mengungkapkan bahwa minat untuk melanjutkan studi pada bidang Manajemen Rekayasa telah dimilikinya sejak lama. Ketika Unilak membuka program tersebut, ia langsung memutuskan untuk bergabung sebagai mahasiswa angkatan perdana.

"Saya memang sedang menempuh Program Doktor Sains Manajemen. Namun, ketika Unilak membuka Program Magister Manajemen Rekayasa, saya melihat ini sebagai kesempatan yang sangat berharga. Program ini memiliki kekhasan yang mengintegrasikan aspek rekayasa dan manajemen, sehingga saya memutuskan untuk bergabung sebagai mahasiswa angkatan perdana dengan NPM 01. Saya ingin menjadi bagian dari sejarah lahirnya program ini sekaligus memberikan contoh bahwa seorang insinyur harus terus belajar sepanjang hayat," katanya.

Sebagai Ketua PII Wilayah Riau, Ulul Azmi juga menyatakan akan merekomendasikan Program Magister Manajemen Rekayasa Unilak kepada para insinyur, anggota PII, praktisi teknik, serta lulusan berbagai disiplin ilmu teknik yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister.

"Saya akan merekomendasikan program ini kepada para insinyur dan praktisi teknik yang ingin meningkatkan kompetensi akademik maupun profesional. Saya meyakini Magister Manajemen Rekayasa Unilak akan menjadi salah satu pilihan strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan transformasi industri, pembangunan nasional, dan perkembangan teknologi di masa depan," ujarnya.

Ia berharap langkah yang diambilnya dapat menginspirasi para insinyur muda, praktisi, akademisi, dan profesional untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan berkelanjutan. Menurutnya, belajar tidak mengenal batas usia maupun jabatan, melainkan menjadi bagian dari tanggung jawab profesi seorang insinyur dalam menghadapi perubahan teknologi yang semakin cepat.

Lebih lanjut, ia berharap keberadaan Program Magister Manajemen Rekayasa dapat memperkuat implementasi praktik keinsinyuran sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, dan organisasi profesi merupakan faktor penting dalam mencetak insinyur profesional yang berdaya saing nasional maupun internasional.

PII Wilayah Riau, lanjutnya, siap membangun kolaborasi dengan Universitas Lancang Kuning melalui berbagai program, seperti kuliah praktisi, seminar, penelitian terapan, penguatan kompetensi keinsinyuran, sertifikasi profesi, hingga pengembangan jejaring dengan dunia industri.

"Kami berharap kolaborasi tersebut mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu memberikan solusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional," tuturnya.

Di akhir keterangannya, Ulul Azmi mengucapkan selamat kepada Universitas Lancang Kuning atas dibukanya Program Studi Magister Manajemen Rekayasa. Ia berharap program tersebut menjadi salah satu pusat unggulan pengembangan ilmu rekayasa dan manajemen di Indonesia serta mampu melahirkan inovator, pemimpin industri, dan insinyur profesional yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Provinsi Riau dan Indonesia.***

Editor: Alseptri Ady