Komisi XIII DPR RI Soroti Amburadulnya Lapas dan Rutan di Riau, Arisal Aziz Minta Tindakan Tegas Menteri Imipas

A

Alseptri Ady

Selasa, 28 Juli 2026 | 20:56 WIB

Komisi XIII DPR RI Soroti Amburadulnya Lapas dan Rutan di Riau, Arisal Aziz Minta Tindakan Tegas Menteri Imipas

PEKANBARU, AmiraRiau.com - Amburadulnya pengawasan dan kelalaian petugas Lapas kelas IIA Pekanbaru mendapat perhatian serius dari Komisi XIII DPR RI.

Anggota Komisi XIII DPR RI Arisal Aziz merasa geram dan marah dengan tindakan oknum petugas Lapas yang lalai dan tidak mematuhi SOP, Kejadian seperti ini jelas bisa mencoreng wajah menteri Imigrasi Pemasyaratan Agus Andrianto, ujar Arisal Aziz tegas kepada Wartawan, Selasa (28/7/2026).

"Kami Komisi XIII DPR RI dan Kementrian Imigrasi dan Pemasyarakatan merupakan salah satu mitra kami dan kami wajib mengawasi kegiatan mitra kami ini," kata Arisal Aziz.

Dari pantauan, Lapas dan Rutan di Riau lemah sekali pengawasannya, paling sering kejadian narapidana kabur di Rutan dan Lapas di Riau ini, dulu pernah kabur massal narapidana di Rutan Pekanbaru pada 5 Mei 2017 sebanyak 473 orang, pelarian ini memasukan Indonesia rekor dunia narapidana kabur terbanyak di dunia. 

Setelah itu pada 19 Oktober 2025 lari tiga orang narapidana Rutan Siak, Hingga hari ini Napi Epi Saputra terpidana mati kasus narkotika belum tertangkap oleh petugas Rutan Siak.

Belum tertangkap narapidana yang di Rutan Siak, Heboh lagi di Riau kaburnya Ibnu Satya Darma narapidana Lapas Pekanbaru yang kabur dengan alasan sakit, setelah diusut rupanya di antar kerumahnya oleh pegawai Lapas Pekanbaru pada 22 Juli 2026 di saat kami Kunker bersama rombongan Komisi XIII DPR RI ke Pekanbaru.

"Mengapa ini sering terjadi, apakah ini kelalaian petugas atau ada unsur dugaan disengaja," ucap Arisal Aziz kesal.

Arisal meminta kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bapak Agus Andrianto untuk mengambil sikap tegas kepada yang bertanggung jawab atas kelalaian ini, periksa semua oknum yang terlibat jangan ada tebang pilih.

"Ini saya perhatikan karena tidak ada tindakan tegas dari kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Dirjen pemasyarakatan tidak membuat pejabatnya takut," ungkap Arisal Aziz.***

Editor: Alseptri Ady

Sumber: Ady