Lembaga Adat Mandailing Napitu Huta Lantik 8 Perangkat Gelar di Desa Tangun

I

Isman

Senin, 20 April 2026 | 11:37 WIB

Lembaga Adat Mandailing Napitu Huta Lantik 8 Perangkat Gelar di Desa Tangun
Lembaga Adat Mandailing Napitu Huta Luhak Rambah menggelar prosesi pelantikan delapan perangkat yang menduduki gelar kehormatan.

BANGUN PURBA, AmiraRiau.com – Lembaga Adat Mandailing Napitu Huta Luhak Rambah menggelar prosesi adat sakral berupa pelantikan delapan perangkat yang menduduki gelar kehormatan. Acara yang bertepatan dengan Silaturahmi Halalbihalal 1447 H ini dilaksanakan di Bagas Godang Napituhuta, Desa Tangun, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Rokan Hulu, Minggu (19/04/2026).

Hadir dalam perhelatan tersebut Bupati Rokan Hulu yang diwakili oleh Kadiskominfo Suharman Nst, tokoh adat Sutan Silindung, Ketua Hulubalang Sukarnada Nst, H. Samsul Bahri (Sutan Mahmud), serta para Ninik Mamak, tokoh agama, dan ratusan masyarakat adat Mandailing.

Prosesi pelantikan dipandu langsung oleh Sutan Mahmud. Sebanyak 8 perangkat adat resmi menyandang gelar baru, di antaranya Yopi Hapiyanto, Gelar Mangaraja Mutia Hamonangan Nasution. Piri Narsongko, Gelar Mangaraja Sojangon. Letkol Budi Santoso, Gelar Mangaraja Namora Nasution. Kapiten Songkur, Gelar Mangaraja Ukhuan Nasakti Nasution. Erlan Djazali, Gelar Mangaraja Parlenggang Bukit. Jonnasti, Gelar Sutan Pardomuan. Damanik Azhar, Gelar Sutan Hamolian dan Akhiruddin Hsb, Gelar Mangaraja Bosar.

Yopi Hapiyanto (Mangaraja Mutia Hamonangan) mengungkapkan rasa bangganya. Perantau asal Bogor ini berkomitmen memajukan Desa Tangun melalui optimalisasi lahan masyarakat lewat kemitraan dengan PT Agrindo/Grapindo.

"Ini sejarah bagi kami. Dengan kemitraan strategis, kita manfaatkan lahan luas ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat adat Tangun," ujarnya.

Sutan Silindung melalui Sekretarisnya, Erlan Djazali (Mangaraja Parlenggang Bukit), menekankan bahwa acara ini juga menjadi ajang sosialisasi pembangunan daerah. Pihaknya terus memperjuangkan rencana pembangunan Markas Kopassus di Desa Tangun yang melibatkan koordinasi dengan Kementerian Pertahanan.

"Kehadiran Markas Kopassus di Tangun diharapkan memberikan manfaat besar bagi keamanan dan perkembangan daerah, khususnya Kabupaten Rokan Hulu. Kami juga fokus pada kerja sama ekonomi dengan PT Grapindo agar kesejahteraan warga meningkat," jelas Erlan.

Ketua Hulubalang Kerapatan Adat Mandailing Napitu Huta, Sukarnada Nasution, memberikan catatan penting terkait pentingnya menjaga tatanan adat agar tetap pada tempatnya. Ia menghimbau agar tidak ada lagi klaim gelar "Sutan-Sutan" yang muncul tanpa silsilah yang jelas di Benua Tangun.

"Kami ingin tatanan adat yang sebenarnya dipahami kembali. Perlu ditegaskan bahwa Sutan Mahmud (Samsul Bahri) yang ditabalkan tahun 2009 di LAMR Rohul adalah sah menurut sepanjang adat. Ini penting agar tidak ada permasalahan hukum atau sosial di masa depan," tegas Sukarnada.

Acara ditutup dengan doa bersama dan makan beradat, memperkuat tali silaturahmi antar keluarga besar Napitu Huta yang tersebar di Riau maupun luar daerah.***

Penulis: Yus