Meranti di Garis Rawan Narkoba, Wakapolda Resmikan Kampung Tangguh: Perlawanan Dimulai dari Desa

F

Farhan Hasibuan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:11 WIB

Meranti di Garis Rawan Narkoba, Wakapolda Resmikan Kampung Tangguh: Perlawanan Dimulai dari Desa
Wakapolda Riau Brigjen Pol. Hengki Haryadi bersama Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin saat meresmikan Kampung Tangguh Anti Narkoba di Desa Banglas Barat, Sabtu (2/5/2026).

MERANTI, AmiraRiau.com - Upaya memutus rantai peredaran narkotika di wilayah perbatasan terus diperkuat. Wakapolda Riau, Brigjen Pol. Hengki Haryadi, bersama Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin meresmikan Kampung Tangguh Anti Narkoba di Desa Banglas Barat, Sabtu (2/5/2026).

Program berbasis masyarakat ini menjadi strategi menekan peredaran narkoba dari level paling bawah—desa. Peresmian ditandai dengan deklarasi bersama dan penandatanganan komitmen oleh unsur Forkopimda serta tokoh masyarakat, sekaligus pelantikan kader dan duta anti narkoba sebagai ujung tombak edukasi.

Dalam sambutannya, Hengki menegaskan bahwa Kepulauan Meranti merupakan wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan Malaysia, sehingga rawan menjadi jalur masuk narkotika internasional.

“Peredaran narkoba tidak bisa hanya ditangani aparat. Masyarakat harus menjadi garda terdepan. Dari desa inilah perlawanan dimulai,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, angka penyalahgunaan narkoba di Riau masih tinggi. Rata-rata sekitar 300 tersangka diamankan setiap bulan. Di wilayah Polres Kepulauan Meranti sendiri, tercatat 33 tersangka dalam satu bulan terakhir.

Menurutnya, dampak narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga memicu tindakan kriminal akibat hilangnya kontrol diri hingga gangguan mental. Karena itu, Polda Riau menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap narkoba.

Masyarakat diminta aktif melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan, sementara pengguna diarahkan untuk menjalani rehabilitasi.

Sementara itu, Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin menilai pembentukan Kampung Tangguh Anti Narkoba merupakan langkah konkret memperkuat pencegahan di tingkat masyarakat.

Ia juga mengapresiasi keberhasilan aparat dalam menggagalkan peredaran narkoba dalam jumlah besar, termasuk pengungkapan 27 kilogram sabu beberapa waktu lalu.

“Ini bukti kerja nyata. Tapi narkoba bukan hanya urusan aparat, ini tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Muzamil berharap Desa Banglas Barat dapat menjadi percontohan kampung bersih narkoba yang bisa diikuti desa lain di Kepulauan Meranti.

“Kita semua punya peran. Kalau desa kuat, jaringan narkoba akan sulit masuk,” ujarnya.

Editor: Farhan Hasibuan