BENGKULU SELATAN, AmiraRiau.com- Bentrokan antara warga dan pihak perusahaan PT. Agro Bengkulu Selatan (ABS) Pino Raya, Senin (24/115) berakhir tragis. Sebanyak 5 petani menjadi korban penembakan, sementara Ricky (39) yang diduga sebagai pelaku belakangan diketahui dalam kondisi kritis dengan banyak luka bacok.
Informasi awal menyebutkan bahwa sebelum melepaskan tembakan, Ricky yang merupakan Asisten Pengamanan sekaligus Humas perusahaan diduga dibacok sekitar 12 kali dalam pertikaian yang terjadi di area kebun PT. ABS. Dalam kondisi terluka parah dan diduga terdesak, ia kemudian menembakkan senjata api ke arah sejumlah warga.
Saat ini Ricky tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu.
Manajer PT. ABS Pino Raya, Suribakti Damanik, menjelaskan bahwa bentrokan bermula ketika warga meminta agar aktivitas perbaikan jalan perkebunan dihentikan. Jalan tersebut berada di dalam area HGU perusahaan seluas 444 hektare.
“Kita memperbaiki jalan untuk mempermudah mobilisasi angkutan buah yang selama ini hanya bisa lewat ojek,” kata Suribakti saat ditemui di kantor PT. ABS pada Rabu (26/11/2025).
Namun permintaan warga tersebut berujung pada ketegangan. Suribakti mengaku sempat diserang dan terjatuh karena berada di tebing sebelum akhirnya lari untuk menyelamatkan diri.
Saatt melarikan diri Suribakti mendengar suara tembakan dari arah lokasi. Ia juga melihat Ricky berlari menjauhi kerumunan warga yang diduga mengejarnya.
Baca Juga > Bentrokan Lahan Bengkulu Selatan, 5 Petani Luka Tembak
“Saya dengar suara ledakan dan sempat bertanya siapa yang membawa senjata. Tapi kondisi di sana sudah tidak jelas lagi karena saya fokus menyelamatkan diri,” ungkap Suribakti.
Suribakti menegaskan bahwa perusahaan tidak pernah menyediakan senjata api kepada karyawan.
“Kami tidak punya atau menyediakan senjata api. Soal dari mana asal senjata itu, kami belum mengetahui,” kata Suribakti.***
Penulis: Erlan S