MANNA, AmiraRiau.com – Gema ayat suci Al-Qur'an dan suasana khidmat mendadak menyejukkan selasar Masjid At-Taubah, Rutan Kelas IIB Manna, Sabtu pagi (16/05/2026). Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) At-Taubah kembali turun ke lapangan guna menggelar bimbingan kerohanian intensif bagi warga binaan pemasyarakatan.
Dipimpin oleh Bima Aditya, S.Sy., yang merupakan anggota DKM sekaligus JFU Pembina Kerohanian Rutan Manna, kegiatan yang dimulai pukul 08.50 WIB ini diikuti dengan penuh antusias oleh para warga binaan.
Program pembinaan kepribadian kali ini sengaja dirancang untuk menyentuh aspek-aspek ibadah paling mendasar yang seringkali terlupakan. Para warga binaan dibimbing secara bertahap, mulai dari seni membaca Al-Qur'an (tajwid), koreksi gerakan dan bacaan tata cara sholat yang benar, hingga sesi diskusi interaktif mengenai implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

"Pembinaan ini bukan sekadar mengejar gugur kewajiban program kerja rutin. Ini adalah ruang aman bagi teman-teman warga binaan untuk merefleksikan masa lalu, memperbaiki diri, dan menata kembali hati mereka selama menjalani masa pidana," ungkap salah seorang petugas pengamanan yang ikut mendampingi jalannya kegiatan.
Sepanjang pelaksanaan kelas bimbingan, situasi terpantau sangat tertib, aman, dan kondusif. Materi yang disampaikan secara persuasif dan menyentuh hati berhasil membangkitkan motivasi batin warga binaan untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Secara terpisah, Kepala Rutan Kelas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas dedikasi dan konsistensi tim DKM At-Taubah dalam mengawal moralitas warga binaan.
Menurut Hannibal, perubahan perilaku yang permanen hanya bisa dicapai jika pondasi spiritual seseorang telah dibenahi dengan baik dari dalam.
"Kami sangat berharap kegiatan positif ini konsisten dipertahankan dan terus berlanjut. Penguatan mental spiritual ini adalah modal utama. Kami ingin ketika mereka bebas nanti, mereka tidak lagi dipandang sebagai mantan narapidana, melainkan kembali sebagai pribadi baru yang jauh lebih baik, saleh, dan bermanfaat bagi masyarakat luas," pungkas Hannibal optimis.***
Penulis: DL