Oleh: Prof. Dr. Elfizar, S.Si., M.Kom
Difusi sains dan teknologi kepada masyarakat merupakan bagian penting dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Hasil penelitian dosen, mahasiswa, dan peneliti tidak cukup hanya berhenti sebagai laporan akademik, tetapi perlu disebarluaskan melalui karya tulis ilmiah agar dapat dibaca, diuji, dikutip, dan dimanfaatkan oleh masyarakat ilmiah maupun pemangku kepentingan pembangunan.
Salah satu media paling strategis untuk melakukan difusi tersebut adalah jurnal ilmiah, karena jurnal memiliki mekanisme seleksi, telaah sejawat, penyuntingan, dan publikasi yang menjamin bahwa pengetahuan yang disampaikan memiliki dasar metodologis dan akademik yang kuat.
Jurnal ilmiah berfungsi sebagai wadah komunikasi akademik yang menghubungkan peneliti, dosen, mahasiswa, praktisi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Melalui jurnal, hasil penelitian dapat dikembangkan menjadi rekomendasi kebijakan, inovasi teknologi, model pemberdayaan masyarakat, solusi pembangunan daerah, serta rujukan akademik bagi penelitian berikutnya.
Dengan demikian, jurnal tidak hanya menjadi tempat publikasi, tetapi juga menjadi instrumen penyebaran ilmu pengetahuan, penguatan budaya akademik, dan peningkatan kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan.
Selain sebagai media difusi ilmu pengetahuan, jurnal ilmiah juga memiliki peran penting dalam pengembangan karier akademik dosen.
Publikasi ilmiah menjadi salah satu indikator utama dalam penilaian kinerja akademik, kenaikan jabatan fungsional, rekam jejak keilmuan, dan reputasi dosen. Bagi dosen yang mengajukan kenaikan jabatan ke Lektor Kepala maupun Guru Besar, publikasi pada jurnal bereputasi nasional dan internasional menjadi kebutuhan strategis. Jurnal dengan akreditasi Sinta 1, terindeks Scopus, atau Web of Science memiliki nilai akademik yang tinggi karena dinilai memiliki standar pengelolaan, kualitas artikel, kualitas sitasi, dan tata kelola editorial yang lebih kuat.
Kebutuhan publikasi pada jurnal bereputasi sering menjadi tantangan bagi dosen. Tantangan tersebut meliputi keterbatasan akses terhadap jurnal berkualitas, biaya publikasi yang tinggi, waktu antrean publikasi yang panjang, persaingan artikel yang ketat, serta keterbatasan jumlah jurnal bereputasi yang relevan dengan bidang keilmuan dosen.
Kondisi ini dapat memperlambat produktivitas akademik, menghambat kenaikan jabatan fungsional, dan mengurangi peluang kampus untuk meningkatkan reputasi kelembagaan. Oleh karena itu, kampus perlu memiliki strategi internal untuk mempercepat, mempermudah, dan mengurangi beban biaya publikasi dosen melalui pengembangan jurnal ilmiah yang dikelola secara profesional.
Universitas Riau perlu mendorong lahirnya jurnal bertaraf global yang terindeks Scopus atau Web of Science. Kebijakan ini penting karena UNRI memiliki potensi keilmuan yang besar, baik pada bidang sains, teknologi, pertanian, perikanan, lingkungan, pendidikan, sosial, ekonomi, hukum, kesehatan, maupun kajian wilayah pesisir dan sumber daya alam. Potensi tersebut perlu diwadahi dalam jurnal yang memiliki standar internasional agar hasil riset UNRI tidak hanya dikenal di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga dapat bersaing di tingkat global.
Pengembangan jurnal global di UNRI perlu diarahkan pada peningkatan kualitas tata kelola jurnal. Jurnal harus memiliki ruang lingkup keilmuan yang jelas, dewan editor internasional, mitra bestari yang kompeten, proses peer review yang transparan, standar etika publikasi, konsistensi terbit, kualitas artikel yang baik, penggunaan bahasa ilmiah internasional, metadata yang lengkap, DOI, sistem pengelolaan naskah berbasis digital, serta kebijakan anti-plagiarisme.
Seluruh komponen tersebut menjadi fondasi agar jurnal dapat memenuhi standar indeksasi nasional maupun internasional.
Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah melakukan pemetaan jurnal yang sudah ada di lingkungan UNRI. Pemetaan ini mencakup status akreditasi, bidang keilmuan, jumlah artikel, kualitas editor, jumlah sitasi, keteraturan terbit, kualitas website, bahasa artikel, asal penulis, dan peluang untuk naik peringkat. Dari pemetaan tersebut, kampus dapat menentukan jurnal prioritas yang layak didorong menuju Sinta 1, Scopus, atau Web of Science. Tidak semua jurnal perlu dikembangkan sekaligus; kampus dapat memilih beberapa jurnal unggulan sebagai proyek percontohan.
Langkah kedua adalah memperkuat kelembagaan pengelola jurnal melalui pemberdayaan Unit Penunjang Akademik (UPA) yang terkait. Unit ini bertugas melakukan pendampingan teknis, pelatihan editor, pelatihan reviewer, perbaikan template artikel, standardisasi OJS, penyusunan kebijakan etika publikasi, peningkatan kualitas bahasa Inggris, peningkatan visibilitas jurnal, dan pendampingan proses indeksasi. Dengan pemberdayaan unit ini, pengembangan jurnal tidak berjalan secara sporadis, tetapi menjadi program kelembagaan yang terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Langkah ketiga adalah meningkatkan kualitas artikel yang diterbitkan. Jurnal bertaraf global tidak cukup hanya memiliki sistem editorial yang baik, tetapi juga harus menerbitkan artikel yang memiliki kebaruan, metodologi kuat, relevansi internasional, dan potensi sitasi tinggi. Oleh karena itu, kampus perlu mendorong dosen dan peneliti untuk menulis artikel berbasis riset yang kuat, melakukan kolaborasi internasional, mengangkat isu-isu strategis global, serta menyusun artikel dalam bahasa Inggris akademik yang baik. Kualitas artikel menjadi penentu utama reputasi jurnal.
Langkah keempat adalah memperluas jejaring editor, reviewer, dan penulis internasional. Jurnal yang ingin masuk Scopus atau Web of Science harus menunjukkan bahwa jurnal tersebut tidak hanya bersifat lokal, tetapi memiliki daya tarik dan keterlibatan akademisi dari berbagai negara. UNRI dapat mengundang editor tamu internasional, membangun kerja sama dengan universitas luar negeri, menyelenggarakan special issue, mengaitkan jurnal dengan konferensi internasional berkualitas, dan mendorong publikasi kolaboratif lintas negara. Strategi ini akan memperkuat internasionalisasi jurnal.
Langkah kelima adalah menyediakan dukungan pembiayaan yang memadai. Pengelolaan jurnal bereputasi membutuhkan biaya untuk pengelolaan website, DOI, proofreading, copyediting, layout, promosi, indeksasi, pelatihan editor, sistem anti-plagiarisme, serta peningkatan kualitas manajemen jurnal. Dukungan pembiayaan kampus dapat mengurangi ketergantungan jurnal pada biaya publikasi penulis. Dengan demikian, dosen UNRI dapat memiliki akses publikasi yang lebih mudah dan lebih terjangkau, tanpa mengurangi standar mutu akademik.
Langkah keenam adalah membangun sistem insentif bagi pengelola jurnal. Editor, reviewer, dan pengelola jurnal sering bekerja dengan beban tinggi, tetapi penghargaan kelembagaannya masih terbatas. Kampus perlu memberikan insentif berbasis kinerja, seperti honorarium editor, penghargaan bagi reviewer aktif, dukungan beban kerja dosen, rekognisi dalam penilaian kinerja, serta penghargaan bagi jurnal yang berhasil naik peringkat akreditasi atau indeksasi. Insentif ini akan meningkatkan motivasi dan profesionalitas pengelola jurnal.
Langkah ketujuh adalah memperkuat promosi dan visibilitas jurnal. Jurnal perlu mudah ditemukan oleh pembaca, penulis, dan pengindeks internasional. Strategi yang dapat dilakukan antara lain optimalisasi website jurnal, penggunaan metadata yang rapi, integrasi dengan Google Scholar, Crossref, DOAJ, Garuda, Sinta, Dimensions, dan basis data akademik lainnya. Selain itu, jurnal perlu aktif mempromosikan artikel melalui media sosial akademik, jejaring peneliti, repository kampus, dan forum ilmiah internasional.
Langkah kedelapan adalah menjaga integritas akademik dan menghindari praktik publikasi yang tidak sehat. Jurnal yang mengejar indeksasi internasional harus memastikan bahwa seluruh proses editorial dilakukan secara etis, bebas konflik kepentingan, bebas plagiarisme, bebas manipulasi sitasi, dan tidak mengejar kuantitas dengan mengorbankan kualitas. Integritas jurnal menjadi syarat utama agar jurnal dipercaya oleh penulis, pembaca, pengindeks, dan masyarakat akademik internasional.
Manfaat pengembangan jurnal bertaraf global bagi UNRI sangat besar:
Pertama, jurnal tersebut akan mempercepat penyebaran hasil riset dan inovasi UNRI kepada masyarakat luas.
Kedua, jurnal akan membantu dosen dalam memenuhi kebutuhan publikasi untuk pengembangan karier akademik.
Ketiga, jurnal akan meningkatkan reputasi UNRI dalam pemeringkatan dan jejaring akademik internasional.
Keempat, jurnal dapat memperkuat kolaborasi riset lintas institusi dan lintas negara.
Kelima, jurnal akan menjadi etalase keilmuan UNRI di tingkat global. Dalam konteks pembangunan daerah, jurnal UNRI juga dapat menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan masyarakat.
Penelitian tentang pertanian, perkebunan, kelautan, perikanan, gambut, energi, lingkungan, pendidikan, kesehatan, tata kelola pemerintahan, dan ekonomi daerah dapat dipublikasikan dalam jurnal bereputasi sehingga hasilnya dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.
Dengan demikian, jurnal tidak hanya berfungsi untuk kepentingan akademik, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan berbasis ilmu pengetahuan.
Arah kebijakan pengembangan jurnal global di UNRI perlu dituangkan dalam program yang jelas, misalnya Program Akselerasi Jurnal Bereputasi Internasional. Program ini dapat mencakup pemetaan jurnal unggulan, pendampingan menuju Sinta 1, pendampingan menuju Scopus atau Web of Science, pelatihan editor dan reviewer, peningkatan kualitas artikel, kolaborasi internasional, penyediaan anggaran operasional jurnal, serta evaluasi kinerja jurnal secara berkala. Dengan program tersebut, pengembangan jurnal menjadi bagian dari strategi besar peningkatan reputasi akademik kampus.
Target yang dapat ditetapkan antara lain meningkatnya jumlah jurnal UNRI yang terakreditasi nasional, meningkatnya jurnal Sinta 1 dan Sinta 2, lahirnya jurnal yang siap mendaftar ke Scopus atau Web of Science, meningkatnya jumlah artikel berbahasa Inggris, meningkatnya jumlah penulis dan reviewer internasional, meningkatnya sitasi artikel, serta meningkatnya kontribusi jurnal terhadap reputasi kampus. Target tersebut perlu disusun secara bertahap agar realistis dan dapat dicapai.
Dengan demikian, pengembangan jurnal bertaraf global di UNRI merupakan kebutuhan strategis untuk memperkuat difusi sains dan teknologi, meningkatkan kinerja publikasi dosen, mempercepat kenaikan jabatan fungsional, mengurangi biaya publikasi, serta memperkuat posisi UNRI sebagai perguruan tinggi yang berdaya saing nasional dan internasional.
Melalui tata kelola yang profesional, dukungan kelembagaan, pendanaan yang memadai, dan komitmen akademik yang kuat, UNRI dapat melahirkan jurnal-jurnal unggulan yang diakui secara global dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. ***
(Prof. Dr. Elfizar, S.Si., M.Kom, Penulis: Guru Besar FMIPA Unri, Wakil Ketua Umum IKA Unri, Alumni LPM Bahana Mahasiswa Unri)