BENGKULU SELATAN, AmiraRiau.com- Ancaman narkoba, perundungan, kekerasan seksual, hingga paham radikal menjadi perhatian Polsek Pino dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman bagi para santri. Melalui momentum Hari Santri Nasional 2026, jajaran kepolisian memperkuat silaturahmi dan sinergi dengan Pondok Pesantren Qudwatunaa Islamic Boarding School di Desa Padang Lebar, Kecamatan Pino, Bengkulu Selatan, Kamis (22/10/2026).
Kunjungan yang berlangsung pukul 16.45 WIB itu dipimpin Kapolsek Pino IPTU Yosep Hendratno R., didampingi PS Kanit Binmas AIPTU Hendi Supendi, PS Kanit Provos AIPTU Irawan Akbar, PS Kanit Samapta AIPTU Kabit Suryanto, serta Kasium BRIPKA Omay Saepudin.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolsek menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional 2026 sekaligus menyerahkan nasi tumpeng kepada pengasuh pesantren yang diwakili Mudir Ustaz Anggi Julius.
Kegiatan itu tidak sekadar menjadi bentuk penghormatan terhadap peran santri dan pesantren, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri, ulama, pengasuh pesantren, dan kalangan santri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Melalui kunjungan ini, kami ingin mempererat silaturahmi dan membangun sinergi dengan para ulama, pengasuh pesantren, serta santri. Kami juga mengimbau agar seluruh santri menjauhi narkoba, tidak melakukan perundungan maupun kekerasan seksual, serta tidak mudah terpengaruh paham radikal. Pesantren harus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif untuk menuntut ilmu,” ujar Yosep.
Menurut dia, upaya menjaga kamtibmas perlu dibangun melalui komunikasi dan kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan keagamaan. Pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda sehingga lingkungan pendidikan perlu dijaga dari berbagai bentuk penyalahgunaan narkoba dan tindakan yang mengancam keselamatan santri.
Imbauan mengenai pencegahan perundungan dan kekerasan seksual juga menjadi bagian penting dalam mendorong terciptanya lingkungan pesantren yang aman. Sementara itu, kewaspadaan terhadap paham radikal diperlukan agar para santri tidak mudah terpengaruh ajaran yang dapat merusak persatuan dan kehidupan bermasyarakat.
Melalui pendekatan silaturahmi tersebut, Polsek Pino berharap hubungan kemitraan dengan kalangan pesantren semakin kuat. Sinergi itu diharapkan mendukung upaya pencegahan gangguan kamtibmas sekaligus menciptakan suasana belajar yang tertib dan kondusif.***
Penulis: DL
Editor: Isman