MANNA, AmiraRiau.com — Polres Bengkulu Selatan menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sepanjang tahun 2025. Melalui pengoperasian lahan produktif di empat kuartal (I hingga IV), kepolisian setempat berhasil mencatatkan angka produksi jagung yang signifikan dan menjaga stabilitas harga beras di pasar.
Hal ini disampaikan Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP Awilzan, S.IK, MH, pada Press Release untuk memaparkan capaian kinerja dan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) sepanjang tahun 2025 di ruang Comend Centre Polres Bengkulu Selatan, Rabu (31/12/2025).
Program penanaman jagung yang digalakan oleh Polres Bengkulu Selatan mencakup area yang luas dengan rincian sebagai berikut:
-Luas Lahan Tanam: 124 Hektar.
-Luas Lahan Panen: 49 Hektar.
-Total Hasil Panen: 167,20 Ton.
Dari total hasil panen tersebut, penyerapan pasar berjalan melalui dua jalur utama, yakni sebanyak 140,70 ton diserap oleh tengkulak lokal dan 9,00 ton secara resmi diserap oleh Bulog guna cadangan pangan daerah.
Selain di sektor produksi, Polres Bengkulu Selatan juga aktif mengawal keterjangkauan harga pangan melalui Gerakan Pasar Murah (GPM). Dimulai sejak Agustus 2025 hingga penghujung Desember, program ini berhasil mencatatkan performa di atas target awal.
| Kategori | Target Penjualan | Realisasi Capaian |
|---|---|---|
| Penjualan Beras | 185 Ton | 228 Ton |
Keberhasilan melampaui target hingga 23% ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat serta efektifitas koordinasi kepolisian dalam mendistribusikan beras berkualitas dengan harga terjangkau bagi warga Bengkulu Selatan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga di tengah fluktuasi cuaca dan kondisi ekonomi. Sinergi antara pemanfaatan lahan tidur dan operasi pasar akan terus diperkuat guna menciptakan kemandirian pangan di wilayah hukum Bengkulu Selatan.***
Penulis: Erlan S