PEKANBARU, AmiraRiau.com- Pengelolaan sampah di Tempat Penampungan Akhir (TPA) Muara Fajar menjadi sumber energi listrik oleh PT. Indonesia Clean Energy (ICE) telah resmi dimulai.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, mengungkapkan bahwa PT. ICE saat ini sedang dalam tahap penataan gunungan sampah di TPA.
"Jadi untuk kerjasama dengan ICE sudah dimulai. Bulan ini dimulai. Sekarang sudah proses penataan di lapangan," katanya.
Proses penataan di TPA membutuhkan waktu yang signifikan karena Pemko Pekanbaru harus merubah total sistem pengelolaan sampah yang selama ini menggunakan metode open dumping.
Untuk memudahkan pengelolaan sampah menjadi energi listrik, PT ICE wajib merubah sistem ke sanitary landfill, sebuah metode yang lebih ramah lingkungan.
Dikatakan, proses perubahan sistem dari awal ini membutuhkan waktu lebih dari satu bulan dan ditargetkan, sampah di TPA Muara Fajar sudah bisa dikelola menjadi energi listrik secara maksimal pada Januari 2026.
"Karena merubah dari awal, dari open dumping ke sanitary landfill butuh waktu. Mudah-mudahan (penataan) tidak ada kendala, sehingga Januari tahun depan sudah maksimal," ujarnya.
Proyek ini sejalan dengan kebijakan nasional tentang pengembangan energi baru dan terbarukan. Skema kerja sama yang disepakati antara Pemko Pekanbaru dan PT. ICE adalah: Kewajiban Pemko Pekanbaru adalah menyiapkan akses dari TPA menuju lokasi pembangkit listrik, sementara kewajiban PT. ICE adalah membangun pembangkit listrik berbasis sampah dan menjual energi listrik yang dihasilkan kepada PT. PLN.***
Penulis: Afnan