PEKANBARU, AmiraRiau.com- Sebuah pemandangan hangat menyejukkan mewarnai hubungan keberagaman di Bumi Lancang Kuning. Pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) menyerahkan cenderamata unik berupa Al-Qur'an berornamen kebudayaan Tionghoa kepada Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Kamis (17/9/2026).
Penyerahan kitab suci yang sarat nilai simbolis tersebut berlangsung saat rombongan PSMTI melakukan kunjungan silaturahmi ke Balai Adat Melayu Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil.
Momen istimewa terjadi saat mushaf Al-Qur'an tersebut diserahkan langsung oleh Sekjen Demisioner PSMTI, Peng Suyoto, yang merupakan tokoh persatuan keturunan Tionghoa asal Kabupaten Bengkalis. Al-Qur'an ini telah melalui proses tashih resmi dari Kementerian Agama RI dan dilengkapi pengantar khusus dari Menteri Agama.
Penyerahan Al-Qur'an bernuansa Tionghoa di Balai Adat Melayu ini menjadi simpul pesan kuat bahwa perbedaan identitas etnis dan budaya bukan menjadi penghalang untuk merawat toleransi serta persaudaraan di tanah Riau.
Ketua Umum MKA LAMR, Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif dan ikhtiar persaudaraan yang ditunjukkan pengurus PSMTI.
"Perbedaan latar belakang bukan penghalang untuk kita duduk bersama. Justru dari keberagaman itu kita dapat memperkuat tali persaudaraan dan merawat Riau sebagai rumah bersama yang aman dan sejuk," ujar Datuk Seri Raja Marjohan.
Hal senada diungkapkan Ketua Umum DPH LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil. Ia menegaskan bahwa pintu Balai Adat senantiasa terbuka luas bagi seluruh elemen masyarakat yang beritikad baik menjaga harmoni daerah.
"LAMR adalah rumah besar kita bersama. Siapa pun yang datang dengan niat tulus untuk bersilaturahmi dan memajukan Riau, tentu kami sambut dengan tangan terbuka," tegas Taufik.
Pertemuan tersebut kemudian dimanfaatkan kedua belah pihak untuk membahas persiapan teknis peringatan Hari Kebudayaan Nasional 2026. Berbagai macam seni dan atraksi budaya lintas etnis bakal diberi panggung untuk tampil bersama pada perhelatan yang dijadwalkan berlangsung di Balai Adat Melayu Riau pada 17 Oktober 2026 mendatang.***