Refleksi Hubungan Indonesia-Singapura: Sempena Hari Kemerdekaan Singapura

I

Isman

Senin, 10 Agustus 2026 | 08:34 WIB

Refleksi Hubungan Indonesia-Singapura:  Sempena Hari Kemerdekaan Singapura

Oleh: Hasrul Sani Siregar, MA

SINGAPURA memasuki usia yang ke-61 pada 9 Agustus 20026. Singapura telah menjadi negara yang cukup maju dengan ketersediaan infrastruktur, perkotaan dan pengelolaan lingkungan yang bersih dan relatif aman untuk dikunjungi. Singapura tentu berbeda dengan Singapura yang dulunya menjadi bagian dari Federasi Malaya. Saat ini Singapura menjadi pusat industri dan perdagangan di kawasan Asia Tenggara. Singapura saat ini dipimpin oleh Perdana Menteri Lawrence Wong menggantikan Perdana Menteri Singapura sebelumnya yaitu Lee Hsien Loong. Pada pemilihan umum 3 Mei tahun 2024 Partai Aksi Rakyat (People’s Action Party) pimpinan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menang hampir 90 persen kursi parlemen yang berarti memenangkan 87 kursi dari 97 kursi yang ada di parlemen.

Di tengah isu yang berkembang di Singapura yaitu isu pembaruan dan transisi kepemimpinan pimpinan, masyarakat Singapura masih tetap memilih stabilitas politik dan keamanan ekonomi yang diangkat oleh Lawrence Wong dalam kampanyenya. Kemenangan partai PAP pimpinan Perdana Menteri Lawrence Wong merupakan pemilihan umum yang pertama bagi Lawrence Wong sejak menjadi Perdana Menteri Singapura menggantikan Lee Hsien Loong. Kemenangan ini menjadikan pihak oposisi yaitu partai pekerja mengakui kekalahan yang mengangkat isu pengawasan dan keseimbangan yang lebih besar.

Sebagai Perdana Menteri Singapura selepas Perdana Menteri Lee Hsien Loong menyerahkan kekuasaan kepada Wong pada Agustus tahun 2024 lalu. Wong menghadapi ekonomi dunia yang mengalami perlambatan ekonomi serta perubahan mendasar dalam tatanan internasioal. Kemenangan Perdana Menteri Lawrence Wong ini menunjukkan bahwa masyarakat Singapura, mendukung secara penuh kepemimpinan Wong untuk memimpin Singapura sebagai negara yang bersatu.

Hubungan bilateral Indonesia-Singapura

Hubungan antara Indonesia dan Singapura memasuki tahun ke-60 sejak Singapura merdeka dan dikeluarkan dalam federasi Malaya. Indonesia dan Singapura sepakat memperdalam kerja sama lintas sektor yang fokus pada sector ekonomi digital, energi hijau, dan kolaborasi regional. Selain kerja sama bilateral diantara kedua negara, Singapura dan Indonesia juga membuka peluang kerjasama yang melibatkan Malaysia dan membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan penguatan kembali kemitraan Singapura-Johor-Kepulauan Riau (SIJORI) yang sudah luas cakupannya yaitu kerjasama tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Singapura Growth Triangles yang disingkat dengan (IMS-Growth Triangles).

Kemitraan diantara ketiga negara tersebut berpotensi memberikan manfaat besar bagi ketiga negara. Ketiga negara telah bersepakat untuk membangun investasi di sektor konektivitas transportasi dan proyek digital. Kerjasama IMS-GT mencakup wilayah Sumatera yang secara jarak tidak begitu jauh dengan Singapura, begitu juga wilayah Malaysia ada beberapa negara bagian ikut  serta dalam kerjasama IMS-GT tersebut. Konektivitas wilayah tersebut yang akan menjadi fokus kerjasama diantara ketiga negara.

Hubungan Indonesia dan Singapura yang telah memasuki enam dekade terakhir telah terbangun fondasi yang kuat serta kepercayaan strategis dan kepentingan bersama yang didukung oleh faktor kedekatan antara kedua Negara. Indonesia memiliki potensi energi besar, termasuk tenaga surya dan panas bumi yang dapat melengkapi peran Singapura sebagai pusat pembiayaan infrastruktur dan teknologi di kawasan. Singapura merupakan investor asing terbesar di Indonesia dan memjadi mitra dagang yang saling melengkapi. Hubungan bilateral antara Indonesia dan Singapura terjalin dengan baik yang didukung oleh ketersediaan sumber daya alam Indonesia. Oleh sebab itu, Singapura merupakan salah satu negara yang terbesar dalam investasi di Indonesia. Dan kerjasama IMS-GT merupakan kerjasama yang saling menguntungkan di ketiga Negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Singapura.***

(Hasrul Sani Siregar, MA. Penulis; Alumni Hubungan Antarabangsa IKMAS, UKM Bangi, Selangor Malaysia/Widyaiswara di BPSDM Provinsi Riau)