Oleh: Hasrul Sani Siregar, MA
MENGENAL Singapura saat ini tentu tidak dipisahkan dari keberadaan wilayah tersebut yang pada abad ke-19 dikenal dengan nama Temasek, hingga Raffles menemukan pulau tersebut yang kelak menjadi Negara yang maju di kawasan Asia Tenggara. Singapura kenal pula sebagai negeri Selat. Dalam Federasi Malaya selain Singapura ada dua lagi negeri selat yaitu Malaka (Malacca) dan Pulau Penang. Singapura termasuk negeri yang bergabung dalam Persekutuan Tanah Melayu (Federation of Malaya) sebelum akhirnya Singapura dikeluarkan dari Federasi Malaya dan menjadi negara merdeka pada 9 Agustus 1965.
Singapura dulunya menjadi bagian dari Federasi Malaya hingga keluar dari Federasi Malaya. Singapura dikeluarkan dari Federasi Malaya akibat pertentangan antara Lee Kuan Yeuw dan Tunku Abdul Rahman Putra. Oleh sebab itu, agar jangan terjadi konflik, maka Singapura dikeluarkan dari Federasi Malaya. Banyak anggota UMNO (United Malays National Organizational) mendesak Pemerintah Federasi Malaya untuk mengeluarkan Singapura. Pada 7 Agustus 1965, Tunku Abdul Rahman Putra mengeluarkan Singapura dalam Federasi Malaysia dan secara resmi pada 9 Agustus 1965 Singapura resmi merdeka dan Lee Kuan Yeuw menjadi Perdana Menteri Singapura pertama dan Yusof Ishak yang dari melayu Malaya menjadi presiden pertama Singapura.
Banyak yang tidak mengenal dengan Yusof Ishak yang dikenal sebagai jurnalis atau wartawan yang juga pendiri surat kabar (akhbar) utusan melayu yang hingga kini surat kaba tersebut masuk ada. Yusof Ishak menjadi presiden pertama Singapura yang bekerjasama dengan Lee Kuan Yeuw. Yusof bin Ishak lahir di negeri Perak (Semenanjung Malaya) pada 12 Agustus 1910, Yusof Ishak membawa warisan silsilah yang kuat sebagai keturunan kelima Datuk Jannaton yang berasal dari kerajaan Pagaruyung, Sumatera Barat, Indonesia.
Jauh sebelum menjadi presiden pertama Singapura, Yusof Ishak adalah sosok yang sangat berpengaruh di dunia surat kabar (akhbar) melayu. Setelah lulus dari Institusi Raffles pada tahun 1929, Yusof Ishak mendirikan majalah olahraga. Pengalamannya semakin matang saat bergabung dengan harian warta malaya. Pengalaman kariernya adalah ketika mendirikan utusan melayu pada tahun 1939 yang menitikberatkan pada isu-isu masyarakat Melayu di Singapura. Integritas Yusof Ishak diuji pada tahun 1959 ketika terjadi pertikaian antara utusan melayu dengan organisasi politik UMNO (United Malays National Organizational). Tak lama kemudian, ia menerima tawaran dari Perdana Menteri Lee Kuan Yew untuk memimpin komisi layanan publik di Singapura.
Sejarah mencatat bahwa Yusof Ishak sebelum menjadi Presiden pertama Singapura 1959–1965: Menjabat sebagai Yang di-Pertuan pada tahun 1959 hingga 1965 menggantikan Sir William Goode. Pada kurun waktu 1965–1970 menjadi presiden pertama Singapura setelah negara tersebut meraih kemerdekaan penuh tahun 1965. Singapura merupakan negara yang multi ras dan berbagai agama. Yusof Ishak dikenal sebagai pendukung setia gagasan masyarakat multi-ras di Singapura. Yusof Ishak wafat pada 23 November 1970 saat masih menjabat sebagai presiden Singapura. Singapura memberi penghargaan atas jasa-jasanya dengan mengabadikan potret wajah beliau dalam mata uang Singapura sejak tahun 1999 hingga kini.
Walaupun Singapura memisahkan diri dari Malaysia dan menjadi negara merdeka, Yusof Ishak tetap konsisten menyebarkan visi keharmonisan antar etnis dan agama di Singapura. Masjid Sultan yang ada di kawasan Kampong Glam merupakan warisan bersejarah bagi masyarakat melayu Singapura dalam menjalankan aktivitas keagamanan khususnya bagi umat muslim Singapura. Di usianya yang akan berusia 61 tahun pada 9 Agustus 20026, Singapura telah menjadi negara yang cukup maju dengan ketersediaan infrastruktur dan pengelolaan kota yang relatif bersih dan relatif aman untuk dikunjungi. Singapura tentu berbeda dengan Singapura yang dulunya menjadi bagian dari Federasi Malaysia. Singapura menjadi pusat industri dan perdagangan di kawasan Asia Tenggara. ***
(Hasrul Sani Siregar, MA. Penulis; Alumni Hubungan Antarabangsa, IKMAS, UKM Bangi Selangor, Malaysia/Widyaiswara di BPSDM Provinsi Riau)