Tradisi Sembahyang Kubur di Meranti Pasca Lebaran Berlangsung Kondusif, Toleransi Antarumat Kian Menguat

F

Farhan Hasibuan

Rabu, 01 April 2026 | 15:55 WIB

Tradisi Sembahyang Kubur di Meranti Pasca Lebaran Berlangsung Kondusif, Toleransi Antarumat Kian Menguat
Ketua Yayasan Sosial Umat Beragama Budha, Tjuan An, menyampaikan situasi kondusif pelaksanaan sembahyang kubur di Kepulauan Meranti, Rabu (1/4/2026).

MERANTI, AmiraRiau.com - Pelaksanaan tradisi sembahyang kubur oleh masyarakat Tionghoa di Kabupaten Kepulauan Meranti yang berlangsung pada momentum pasca Hari Raya Idulfitri berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Kegiatan ini merupakan tradisi turun-temurun sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang hingga kini tetap dijaga dan dilestarikan oleh umat Tionghoa di daerah tersebut.

Ketua Yayasan Sosial Umat Beragama Budha, Tjuan An, menyampaikan bahwa selama pelaksanaan kegiatan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terpantau stabil.

“Situasi kamtibmas selama kegiatan berlangsung dalam kondisi kondusif. Ini mencerminkan tingginya tingkat toleransi masyarakat Kepulauan Meranti yang saling menghormati antarumat beragama,” ujarnya kepada media, Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, suasana kebersamaan pasca Idulfitri turut memperkuat nilai-nilai kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.

Tjuan An juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk masyarakat, aparat keamanan, dan instansi terkait yang telah berperan menjaga kelancaran kegiatan.

Ia berharap kondisi harmonis tersebut dapat terus dipertahankan, sehingga berbagai kegiatan keagamaan di masa mendatang dapat berlangsung aman dan tanpa hambatan.

“Sinergi dan saling pengertian yang telah terbangun diharapkan terus terjaga, demi memperkuat stabilitas sosial dan kerukunan antarumat beragama di Kepulauan Meranti,” tutupnya.

Editor: Farhan Hasibuan