Transformasi Budaya Kerja, Bupati Kampar Ajak Kepala OPD Bersepeda ke Kantor

I

Isman

Jumat, 10 April 2026 | 12:40 WIB

Transformasi Budaya Kerja, Bupati Kampar Ajak Kepala OPD Bersepeda ke Kantor
Bupati Kampar Ahmad Yuzar, didampingi kepala OPD melalui Gerakan Jumat Bersepeda dan Sepeda Motor ke Kantor, Jumat pagi (10/4/2026).

BANGKINANG KOTA, AmiraRiau.com – Pemerintah Kabupaten Kampar terus memperkuat komitmennya dalam mentransformasi budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) agar lebih efisien dan berwawasan lingkungan. Hal ini ditunjukkan langsung oleh Bupati Kampar melalui Gerakan Jumat Bersepeda dan Sepeda Motor ke Kantor, Jumat pagi (10/4/2026).

Kegiatan yang diawali dari kediaman Bupati tersebut berlangsung penuh semangat. Bupati bersama para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bergerak menyambangi sejumlah kantor instansi dengan bersepeda, sebagai simbol perubahan pola kerja yang lebih sehat dan hemat energi.

Dalam arahannya, Bupati Kampar menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar seremoni mingguan, melainkan langkah nyata dalam mendukung sistem kerja fleksibel berbasis Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) yang adaptif serta berkelanjutan.

“Gerakan ini adalah komitmen kita dalam membangun budaya kerja yang sehat, disiplin, dan hemat energi. ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam penggunaan sumber daya secara bijak,” tegas Bupati.

Tak hanya bersepeda, Bupati juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah OPD guna memastikan penerapan efisiensi energi berjalan optimal di lingkungan kerja. Dalam peninjauan tersebut, ia secara langsung mengecek penggunaan listrik dan memberikan instruksi tegas, yaitu matikan perangkat elektronik yang tidak digunakan, maksimalkan pencahayaan alami di ruang kerja, serta hindari pemborosan energi yang tidak perlu.

Gerakan ini mendapat sambutan positif dari para Kepala OPD. Mereka menyatakan kesiapan untuk terus mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan berorientasi pada masa depan.

Melalui sinergi ini, diharapkan muncul semangat baru di kalangan ASN Kampar untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif, hemat energi, serta berkelanjutan demi mewujudkan Kabupaten Kampar yang lebih hijau dan maju.

Surat Edaran Mendagri

Gerakan Jumat Bersepeda dan Sepeda Motor ke Kantor, ini merupakan komitmen Bupati Kampar Ahmad Yuzar dalam menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Kemendagri Terkait Penghematan Energi.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kampar secara resmi menerbitkan Surat Edaran Bupati Kampar Nomor 800/UM/115 tentang Ketentuan Teknis Transformasi Budaya Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta kualitas pelayanan publik di daerah.

Surat edaran ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan nasional yang di Keluarkan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 800.15/3349/SJ Tanggal 31 Maret 2026 terkait transformasi budaya kerja ASN, sekaligus mendukung efisiensi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026. Dalam edaran tersebut, seluruh ASN diinstruksikan untuk melakukan penyesuaian sistem kerja dengan mengombinasikan pola kerja Work From Office (WFO) dan Work From Home (WFH), Senin (6/4/26)

Bupati Kampar, H. Ahmad Yuzar, S.Sos., MT menegaskan bahwa penerapan sistem kerja fleksibel ini bertujuan untuk mendorong transformasi budaya kerja ASN agar lebih efektif, efisien, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Dalam ketentuannya, pelaksanaan WFH diberlakukan satu hari dalam satu minggu, yakni setiap hari Jumat, dengan tetap memperhatikan kebutuhan pelayanan publik. Selain itu, masing-masing perangkat daerah diminta mengatur proporsi ASN yang menjalankan WFH dan WFO sesuai dengan beban kerja.

Ahmad Yuzar memaparkan bahwa saat ini persoalan energi ini tidak hanya dihadapi oleh Indonesia, namun juga dirasakan oleh berbagai negara di seluruh dunia.

"Karena semua terdampak dengan permasalahan energi ini, semua mereka juga mengambil langkah-langkah seperti yang dilakukan oleh pemerintah Republik Indonesia ini negara penghasil yang terletak di daerah konflik juga mengalami permasalahan energi sebab walaupun mereka bisa memproduksi tetapi rantai transportasi mereka juga kadang tersendat ini juga mengakibatkan permasalahan pada pemenuhan energi di negara mereka," jelas Bupati.

Dalam paparannya, ke depan Pemkab Kampar juga akan menyederhanakan perjalan dinas,  termasuk pemakaian energi yang memerlukan minyak yang memerlukan energi lainnya juga akan dibatasi, termasuk instruksi bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).

Meski nantinya dilaksanakan WFH, namun Bupati Ahmad Yuzar  menekankan kegiatan tersebut tidak mengurangi semangat melayani masyarakat.

"Melayani masyarakat sebaik-baiknya setulus-tulusnya dan bagi yang bekerja di administrasi kita memberikan dukungan teknis yang sebaik-baiknya bagi kelancaran pelaksanaan administrasi pemerintahan di Kabupaten Kampar," terangnya.***

Penulis: Ali Akbar

Editor: Isman