Wajah baru kabinet Thailand

A

administrator

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:00 WIB

Wajah baru kabinet Thailand

Oleh: Hasrul Sani Siregar, MA

ADA yang menarik dari pemerintahan Perdana Menteri baru Thailand Anutin Charnvirakul yaitu masuknya perempuan muslim pertama sebagai menteri kebudayaan di kabinet Anutin Charnvirakul. Perempuan tersebut bernama Sabida Thaiseth yang dilantik sebagai menteri kebudayaan pada 19 september 2025. Sabida menjadi perempuan muslim pertama yang menjadi menteri di negara yang mayoritas beragama Budha. Sebelumnya juga pernah ada seorang muslim yang menduduki menteri luar negeri Thailand yaitu Surin Pitsuwan yang terakhir menjadi sekretaris jenderal ASEAN. Sabida yang berumur 41 tahun di lahirkan di Uthai Thani Thailand. Sebelumnya beliau juga menjabat sebagai wakil menteri dalam negeri di kabinet sebelumnya. 

Masuknya perempuan muslim pertama dalam pemerintahan Anutin Charnvirakul tidak saja dilihat sebagai jabatan politik, namun juga dilihat sebagai simbol keterbukaan dan keharmonisan hubungan antar agama di Thailand yang mayoritas beragama Budha yang tentu ini menjadi simbol bahwa Thailand juga menghargai kerukunan beragama. Umat muslim dan budaya muslim serta kepemimpinan minoritas diterima dalam pemerintahan perdana menteri Thailand Anutin Charnvirakul. 

Sebagai menteri kebudayaan Sabida mengatakan bahwa budaya adalah alat penyatuan nasional dan perlu dihormati oleh seluruh masyarakat Thailand dan bukan hanya warisan sejarah namun juga kekuatan identitas Thailand dalam masyarakat dunia. Masuknya Sabida dalam kabinet pemerintahan perdana menteri Anutin Charnvirakul tidak hanya dilihat sebagai kemenangan pribadi, namun juga dilihat sebagai inspirasi besar terhadap wanita, minoritas dan kepemimpinan perempuan. Mayoritas muslim di Thailand berdomilisi di wilayah selatan yang berbatasan langsung dengan Malaysia di wilayah utara. Di Thailand Selatan ada empat Provinsi dengan otonomi yang dalam kehidupan sehari harinya menjalankan syariat islam. Ke empat Provinsi tersebut adalah Provinsi Pattani, Provinsi Yala, Provinsi Narathiwat dan Provinsi Songkhla. Ke empat Provinsi di Selatan Thailand tersebut mayoritas muslim melayu. Oleh sebab itu, bahasa yang digunakan selain bahasa Thai, juga menggunakan bahasa melayu seperti halnya yang dilakukan oleh melayu di Kelantan dan di Terengganu yang pasti dengan logat yang berbeda, namun tak jauh berbeda dalam artinya.

Perdana Menteri baru Thailand Anutin Charnvirakul adalah seorang taipan dan sudah lama malang melintang dalam pemerintahan Thailand yang menggantikan Paetongtarn Shinawatra sebagai perdana menteri Thailand. Jatuhnya perdana menteri Paetongtarn Shinawatra yang dianggap telah melanggar etika dalam panggilan telepon yang bocor ke publik. Paetongtarn Shinawatra terlibat percakapan telefon dengan mantan perdana menteri Kamboja, Hun Sen yang menyangkut hubungan kedua negara dan tunduk dengan Kamboja. 

Bocornya percakapan telefon tersebut, telah membuat publik Thailand marah. Rekaman percakapan Paetongtarn Shinawatra tersebut dengan mantan perdana menteri Kamboja Hun Sen telah memicu kemarahan masyarakat Thailand dan mengguncang koalisi pemerintahan Perdana Menteri Thailand.  Paetongtarn Shinawatra, dipecat oleh Mahkamah Konstitusi karena pelanggaran etika. Akhirnya parlemen Thailand telah menyetujui, Anutin Charnvirakul sebagai Perdana Menteri baru Thailand. Anutin Charnvirakul yang berusia 58 tahun merupakan memimpin Partai Bhumjaithai yang sebelumnya menjabat di berbagai posisi pemerintahan Thailand, diantaranya sebagai wakil perdana menteri, menteri dalam negeri, dan menteri kesehatan, namun ia mungkin paling terkenal sebagai perancang dekriminalisasi ganja Thailand pada tahun 2022. 

Anutin Charnvirakul menjadi pemimpin ketiga kerajaan Thailand dalam dua tahun terakhir, tetapi telah mengambil alih kekuasaan dengan dukungan koalisi dengan syarat pembubaran parlemen dalam waktu empat bulan untuk mengadakan pemilihan umum baru. Anutin juga dikenal taipan konstruksi konservatif Thailand. Anutin menggulingkan partai Pheu Thai yang berhaluan populis dari dinasti Shinawatra, mantan Perdana menteri Thailand sebelumnya. ***

(Hasrul Sani Siregar, MA. Penulis; Alumni Hubungan Antarabangsa IKMAS, UKM Bangi, Selangor Malaysia/Widyaiswara di BPSDM Provinsi Riau).