KAMPAR, AmiraRiau.com – Gelombang penipuan berkedok percepatan keberangkatan haji kembali marak dan semakin meresahkan. Kali ini, pelaku menyasar Jemaah Calon Haji (JCH) yang telah memiliki nomor porsi dengan iming-iming keberangkatan lebih awal melalui pengisian data pada tautan (link) yang dikirimkan via WhatsApp.
Menanggapi fenomena ini, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Kampar, H. Dirhamsyah, S.Ag., M.Sy., memberikan peringatan keras kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa pesan-pesan tersebut adalah hoaks dan murni tindakan kriminalitas siber.
“Tidak ada percepatan keberangkatan haji melalui link atau pesan pribadi seperti itu. Semua proses keberangkatan dilakukan melalui mekanisme resmi yang telah ditetapkan oleh pemerintah secara transparan,” tegas Dirhamsyah di ruang kerjanya, Senin (20/04/2026).
Dirhamsyah mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, Kantor Kemenhaj Kampar dibanjiri telepon dan kunjungan warga yang ragu setelah menerima pesan mencurigakan tersebut. Hal ini menunjukkan betapa masifnya upaya pelaku dalam menciptakan harapan palsu bagi jemaah.
“Sudah banyak jemaah yang menghubungi kami. Ini sangat berbahaya karena bisa menimbulkan kerugian material maupun kebocoran data pribadi jika masyarakat tidak waspada,” tambahnya.
Guna menghindari jatuhnya korban, Kakan Kemenhaj Kampar menyampaikan tiga poin penting yang harus dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat:
-
Abaikan Link WhatsApp: Kemenhaj tidak pernah mengurus percepatan haji melalui tautan pesan instan atau aplikasi percakapan.
-
Lindungi Data Pribadi: Tidak ada permintaan data sensitif (KTP, Nomor Porsi, atau Akun Bank) melalui jalur tidak resmi.
-
Hanya Informasi Resmi: Segala informasi mengenai jadwal dan porsi haji hanya disampaikan melalui Kantor Kemenhaj/Kemenag setempat atau kanal komunikasi resmi pemerintah.
“Jika menerima pesan mencurigakan, segera abaikan. Jangan sampai niat suci beribadah justru dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Segera konfirmasi ke kantor kami jika ada keraguan,” pungkas Dirhamsyah.
Masyarakat diharapkan semakin cerdas dalam menyaring informasi dan tidak tergiur oleh janji-janji instan. Kewaspadaan hari ini adalah kunci keselamatan jemaah di masa depan.***
Penulis: Ali Akbar