Wow.. Pawai Ta'aruf MTQ ke-44 di Kuansing Digelar Diatas Air, Kok Bisa?

A

Alseptri Ady

Selasa, 21 April 2026 | 17:47 WIB

Wow.. Pawai Ta'aruf MTQ ke-44 di Kuansing Digelar Diatas Air, Kok Bisa?

PEKANBARU, AmiraRiau.com – Pemerintah Provinsi Riau menyatakan kesiapan dalam menyambut pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 tingkat Provinsi Riau. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum peningkatan kualitas dan kebersamaan masyarakat.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menyampaikan bahwa MTQ merupakan agenda rutin yang terus berkembang setiap tahunnya. Hingga kini, pelaksanaan MTQ telah memasuki edisi ke-44 dan akan dilaksanakan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

Ia berharap pelaksanaan MTQ tahun ini dapat berjalan lebih baik dari sebelumnya. Tujuan utama kegiatan ini diharapkan dapat tercapai dengan maksimal.

“Kami berharap MTQ semakin baik, tujuan tercapai dengan baik, dan dilakukan dengan cara yang baik,” katanya saat menghadiri Expose Persiapan kegiatan yang akan dilaksanakan di tanggal 26 Juni hingga 3 Juli 2026 tersebut.

Menurut Syahrial, dengan pengalaman panjang penyelenggaraan MTQ, seharusnya tidak ada lagi keraguan dalam persiapan. Semua pihak diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal.

Ia juga mengungkapkan adanya keunikan pada pelaksanaan MTQ kali ini. Salah satunya adalah rencana pawai yang akan digelar di atas air.

“Istimewanya, akan ada pawai di atas air, dan itu adalah keahlian spesifik orang-orang Kuansing yang sudah terbiasa seperti pacu jalur,” jelas Syahrial di Kantor Gubernur Riau, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, inovasi tersebut akan menjadi pembeda dibanding MTQ sebelumnya. Selain itu, hal ini juga menunjukkan kekayaan budaya lokal yang dimiliki daerah.

Lebih lanjut, Syahrial menekankan bahwa MTQ bukan sekadar ajang seremonial. Kegiatan ini juga harus menjadi sarana memperkuat hubungan dengan masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi ekonomi dan geopolitik saat ini menjadi tantangan bersama. Oleh karena itu, pelaksanaan MTQ harus tetap bijak dan terarah.

Syahrial berharap MTQ dapat menjadi ruang diskusi dan refleksi bersama. Dengan begitu, tujuan kegiatan dapat tercapai tanpa menimbulkan konflik.

“Harapan kita, kita diskusikan agar tujuan MTQ dicapai dengan baik, minimalisir konflik,” tuturnya.***

Editor: Alseptri Ady

Sumber: MCR