15 Orang Tewas, PT KAI Ungkap Penyebab Kecelakaan Kereta Api di Bekasi, Ternyata Gara-gara ini

A

Alseptri Ady

Selasa, 28 April 2026 | 16:49 WIB

15 Orang Tewas, PT KAI Ungkap Penyebab Kecelakaan Kereta Api di Bekasi, Ternyata Gara-gara ini

JAKARTA, AmiraRiau.com - Musibah kecelakaan kereta yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line masih menyisakan duka sekaligus tanda tanya besar. 

Peristiwa ini terjadi di area emplasemen Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam 27 April 2026, sekitar pukul 20.52 WIB. 

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, memberikan penjelasan terkait kronologi awal kecelakaan tersebut. Menurut Bobby, kejadian bermula dari gangguan di jalur perlintasan langsung (JPL) yang melibatkan sebuah taksi berwarna hijau. 

Insiden tersebut diduga mengganggu sistem operasional kereta di sekitar lokasi. 

"Kejadian ini di jam 9 kurang, dimulai dengan adanya temperan taksi hijau, di JPL 85. Ini yang kami curigai membuat sistem perkeretaapian di daerah emplasemen Stasiun Bekasi Timur ini agak terganggu, sementara itu kronologinya," ujarnya dalam keterangan video dari Kementerian Perhubungan. 

Ia menegaskan bahwa kronologi tersebut masih bersifat awal dan belum menjadi kesimpulan final.

"Tentunya kami menyerahkan kepada KNKT untuk lebih detail mencari tahu penyebab dari kecelakaan kereta ini," sambung Bobby. 

Pasca kejadian, tim gabungan langsung bergerak melakukan evakuasi. Salah satu langkah yang diambil adalah memotong rangkaian kereta yang mengalami kerusakan parah guna memudahkan proses penanganan di lokasi. 

"Rangkaian dari Kereta Argo Bromo Anggrek telah kita lakukan pemotongan, sebagian dari rangkaian, mungkin setengahnya sudah kita tarik ke Bekasi," jelasnya. 

Langkah ini dilakukan agar proses evakuasi korban serta pemulihan jalur dapat berjalan lebih cepat dan aman.

Bobby juga mengungkapkan bahwa sebagian besar korban berasal dari penumpang KRL, khususnya yang berada di gerbong bagian belakang. 

"(Korban) Di KRL, di KRL gerbong terakhir," tutur Bobby. 

Hal ini menunjukkan bahwa dampak tabrakan paling besar terjadi pada bagian tersebut. 

Korban Tewas Mencapai 15 Orang

Polda Metro Jaya mencatat jumlah korban tewas dalam kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin (27/4/2026) malam mencapai 15 orang. 

“Iya, ada 15 (korban) meninggal dunia,” kata Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Pol dr. Martinus Ginting kepada wartawan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026). 

Martinus mengatakan, 10 dari 15 jenazah masih dalam proses identifikasi di RS Polri Kramat Jati oleh tim gabungan Dokkes Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Bekasi Kota.***

 

Editor: Alseptri Ady