Ada Apa? Menlu Singapura Datang ke Indonesia Ditengah Memanasnya Hubungan Pasca Pemutusan Pasokan Gas

A

Alseptri Ady

Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:08 WIB

Ada Apa? Menlu Singapura Datang ke Indonesia Ditengah Memanasnya Hubungan Pasca Pemutusan Pasokan Gas

JAKARTA, AmiraRiau.com - Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan mengunjungi Indonesia pada hari ini Selasa (27/10/2026), kunjungan di tengah meningkatnya ketegangan terkait pemangkasan pasokan gas dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Rencana kunjungan tersebut muncul tiga hari setelah Indonesia memangkas pasokan gas melalui pipa ke Singapura sekitar 8%, terhitung sejak Sabtu (24/10/2026). Pemerintah Indonesia menyatakan kebijakan itu bertujuan mengamankan pasokan untuk kebutuhan domestik.

Pertemuan tersebut dilangsungkan di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, di mana Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Arrmanatha Nasir menerima langsung Menlu Singapura Vivian Balakrishnan dengan jabat tangan yang akrab.

Setelah mempersilakan masuk Gedung Pancasila, Menlu RI mempersilakan Menlu Singapura mengisi buku tamu sebelum berfoto bersama untuk media.

Kedua menlu kemudian melanjutkan pertemuan bilateral dengan dialog empat mata secara tertutup, di mana mereka akan membahas isi bilateral dan perhatian bersama, sebelum menyampaikan pernyataan pers bersama.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah menghangatnya dinamika hubungan kedua negara, khususnya terkait sektor energi.

Dimana sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengancam meninjau kontrak ekspor dengan negara-negara yang dinilai tidak kooperatif dan tidak menghormati Indonesia. Meski demikian, Bahlil tidak menyebut negara yang dimaksud.

Pemangkasan pasokan tersebut memicu perhatian Singapura yang mengandalkan gas alam untuk menghasilkan hingga 95% listriknya.

Meski pengurangan pasokan Indonesia setara kurang dari 2% kebutuhan gas harian Singapura, Perdana Menteri Lawrence Wong pada Minggu meminta para pihak tetap memenuhi komitmen kontrak.

Bahlil kemudian menegaskan bahwa pasokan gas ke Singapura masih memenuhi batas minimum sesuai perjanjian kedua negara.

“Negara kita adalah negara yang menghormati kontrak dan aturan. Jadi, jangan mengajari Indonesia bagaimana menghormati kontrak,” ujar Bahlil dalam konferensi pers pada Senin (26/10/2026).***

Editor: Alseptri Ady