PEKANBARU, AmiraRiau.com — Pembangunan infrastruktur Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kota Pekanbaru menuai keluhan tajam dari warga terdampak.
Pemilik rumah di ruas Jalan Cempaka, Pekanbaru, mengeluhkan pengerjaan proyek IPAL yang tak kunjung tuntas sejak tahun 2021. Mangkraknya pengerjaan tersebut berakibat pada kerusakan bangunan rumah serta banjir luapan air saban hujan turun.
Berawal dari pengerjaan perdana tahun 2021 yang sempat dinyatakan selesai, lokasi tersebut terpaksa dibongkar kembali akibat amblasnya lapisan aspal, tanah sekitar, hingga area teras rumah warga.
Proses perencanaan perbaikan ulang sejatinya telah dimulai sejak Juli 2026 dengan menutup separuh badan jalan dan akses depan rumah warga menggunakan pagar seng. Namun, pengerjaan tersebut mendadak terhenti total.
"Sudah lebih dari satu bulan terakhir ini tidak ada kelanjutan pekerjaan atau terhenti. Akibatnya, setiap kali hujan turun, kawasan seputar rumah kami dan Jalan Cempaka selalu kebanjiran karena parit tersumbat oleh material proyek," ungkap RA, pemilik rumah yang terdampak langsung, Minggu (25/10/2026).
Penutupan jalan dengan pagar seng yang berlangsung lama tidak hanya mematikan akses harian penghuni rumah, tetapi juga mengancam keselamatan struktur bangunan akibat serapan air yang tergenang.
Sebagai pihak yang dirugikan secara material maupun kenyamanan hidup, RA bersama keluarganya mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru serta kontraktor pelaksana proyek IPAL untuk segera mengambil langkah konkret.
Warga berharap pemerintah daerah tidak tutup mata atas kelalaian pengelolaan proyek di lapangan dan segera menuntaskan perbaikan drainase serta memulihkan kondisi fisik bangunan warga yang amblas.
Sesuai Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, redaksi AmiraRiau.com secara terbuka memberikan ruang Hak Jawab dan Hak Koreksi bagi instansi atau pihak terkait untuk memberikan klarifikasi resmi.***
Penulis: YD
Editor: Isman