Hari Malaysia (Malaysia Madani)

I

Isman

Rabu, 16 September 2026 | 10:30 WIB

Hari Malaysia (Malaysia Madani)

Oleh: Hasrul Sani Siregar, MA

HARI Malaysia, artinya Malaysia memperingati 63 tahun bergabungnya Sabah, Sarawak dan Singapura dalam negara Malaysia. Namun dalam perjalanannya Singapura keluar dari Malaysia dan merdeka pada 9 Agustus 1965. Hari Malaysia menjadi momentum dalam pembentukan dari Semenanjung hingga Sabah dan Sarawak. Hari Malaysia yang ke-63, mengingatkan bahwa Malaysia lahir dari kesepakatan, kebersamaan dan satu tekat untuk melangkah sebagai satu Malaysia. “bersama melakar harapan, memperkukuh perpaduan dan membina Malaysia gemilang” menjadi tema di Hari Malaysia tahun 2026. Daripada Semenanjung hingga Sabah dan Sarawak menjadi kesatuan, memelihara keharmonisan menjadi kekuatan dalam mewujudkan Malaysia yang lebih adil, makmur dan sejahtera. 

Bergabungnya Sabah (Borneo) dan Sarawak dalam Malaysia merupakan suatu proses yang panjang jika dihitung dari kemerdekaan Persekutuan Tanah Melayu (Federation of Malaya). Bagi Sabah dan Sarawak 16 September 1963 yang merupakan hari bersejarah bergabungnya Sabah dan Sarawak ke dalam semenanjung Malaysia (Malaysia Barat). Pulau Borneo sesungguhnya adalah pulau-pulau yang terletak di wilayah Indonesia sebagiannya yaitu Pulau Kalimantan dan pulau-pulau yang terletak di wilayah Malaysia Timur (Sabah dan Sarawak) serta Brunai Darussalam. Jadi pulau Borneo (Kalimantan) menjadi pulau yang dimiliki oleh tiga Negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Brunai Darussalam. Brunai Darussalam akhirnya menjadi negara merdeka pada 1 Januari 1984 yang sebelumnya menjadi koloni Inggris. Sebelum Brunai Darussalam meraih kemerdekaan, wilayah tersebut menjadi koloni Inggris hingga akhirnya Brunai Darussalam menjadi sebuah negara berdaulat dan tidak lagi menjadi koloni Inggris.

Semenjak abad ke-19, Lord Brassey, seorang Kompeni Inggris di Borneo telah merencanakan penyatuan antara negeri-negeri di Borneo yaitu Sabah dan Sarawak, negeri-negeri Melayu dan negeri-negeri Selat. Negeri-negeri Selat yaitu negeri Malaka, Pulau Penang serta Temasek (Singapura). Negeri-negeri Melayu yaitu Johor Bahru, Kedah, Kelantan, Negeri Sembilan, Pahang, Perak, Perlis, Selangor dan Terengganu. Oleh sebab itu, sebelum Sabah dan Sarawak bergabung ke dalam Malaysia, dulunya dinamakan Persekutuan Tanah Melayu (Federation of Malaya). 

Bergabungnya Sabah dan Sarawak ke Malaysia pada 16 September 1963 tentunya melalui proses yang panjang. Sebelum kedua wilayah di pulau Borneo tersebut bergabung ke dalam Malaysia secara resmi, Sabah dan Sarawak turut diawasi oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Sebelum Sabah dan Sarawak bergabung ke dalam Malaysia, pada 8 Juli 1963 bertempat di London, Inggris telah dilakukan perjanjian dalam rangka keinginan negeri Sabah dan Sarawak bergabung ke dalam Malaysia. Sejak penandatanganan tersebut, PBB telah mengirim utusannya yaitu Lawrence Michaelmore ke Sabah dan Sarawak pada 16 Agustus hingga 5 September untuk melihat kesiapan masyarakat Sabah dan Sarawak untuk bergabung secara resmi ke dalam Persekutuan Tanah Melayu (Federation of Malaya).

Mayoritas rakyat Sabah dan Sarawak setuju untuk bergabung ke dalam Persekutuan Tanah Melayu pada 16 September 1963. Awalnya Sabah dan Sarawak bergabung dalam Persekutuan Tanah Melayu pada 31 Agustus 1963 dengan maksud memperingati 6 tahun hari Kebangsaan Persekutuan Tanah Melayu (Federation of Malaya), namun hal tersebut diundur pada 16 September 1963. Tanggal tersebut pula menjadi tanggal bersejarah bagi Sabah dan Sarawak yang bergabung ke dalam Persekutuan Tanah Melayu. Artinya bergabungnya Sabah dan Sarawak telah melalui proses dan mekanisme yang difasilitasi oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Selamat hari Malaysia ke-63.***

(Hasrul Sani Siregar, MA. Penulis; Alumni Hubungan Antarabangsa IKMAS, UKM Bangi, Selangor Malaysia/Widyaiswara di BPSDM Provinsi Riau)